Press "Enter" to skip to content

RONAULI SARAGI BAKAL KAWAL PEMBANGUNAN EMBUNG DI WILAYAH LOKTABAT UTARA BANJARBARU


Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Berbagai keluhan dari masyarakat terus didengar oleh para Anggota DPRD Kota Banjarbaru, salah satunya Ronauli Saragi. Dirinya mengatakan, keluhan drainase masih menjadi masalah bagi beberapa warga di wilayah Kelurahan Loktabat Utara Bsnjarbaru.

Hal tersebut dikatakannya, Sabtu (25/11/2023), usai menggelar reses bersama warga Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru.

Menurutnya, sering terjadinya banjir di wilayah Loktabat Utara akibat kiriman air dari wilayah bagian atas. Sehingga, air menumpuk di wilayah tersebut.

“Maka dari itu kami akan membangun embung di wilayah Loktabat Utara, tepatnya di sekitar wilayah Rt 54,” ujar Ucok, sapaan akrabnya.

Ucok melanjutkan, proses pembangunan embung saat ini masih dalam tahap pengganti rugian lahan milik warga oleh Pemko Banjarbaru. Namun, lahan tersebut dinilai pemko masih belum cukup luas untuk dibangunkan embung.

“Saat ini pemko masih ingin memperluas lahan yang ada. Lahan yang saat ini sudah dibebaskan seluas 1,5 hektare. Pembangunan embung ini akan terus saya kawal hingga selesai,” katanya.

Selain tidak memiliki drainase di beberapa titik, kata Ucok, di wilayah tersebut drainse yang sudah ada juga banyak yang buntu. Maka dari itu, perlu dilakukan penormalisasian drainase.

“Semoga saja pemko bisa secepatnya melakukan normalisasi drainase. Nanti juga akan saya sampaikan ke SKPD terkait,” ujarnya.

Masih dengan hari yang sama namun dengan titik yang berbeda, Ucok yang saat ini duduk di Komisi lll DPRD Banjarbaru, kembali melanjutkan resesnya di di salah satu kafe yang ada di Banjarbaru. Pertemuan itu, dilakukan Ucok bersama dengan warga Kelurahan Mentaos dan Komet Banjarbaru.

Lain hal dengan warga tersebut, mereka lebih mengadukan masalah sampah di lingkungan mereka, dan menginginkan adanya bantuan berupa sepeda motor roda tiga atau tosa untuk mengangkut sampah.

“Tahun ini saya sudah menyediakan empat unit tosa untuk di wilayah Mentaos tiga unit, dan di Sungai Besar satu unit,” kata Ucok.
(Randi, red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *