Tue. Jul 23rd, 2024

BERANI MAJU BERANI MENUNTASKAN, PILWALI BANJARBARU

Waktu Baca: 2 minutes

Oleh: Rudy Azhary, redaktur SuratKabarDigital.com

Mendung masih saja menghitam menyelimuti sebagian wilayah Banjarbaru sehari jelang hari raya kurban 2024, pertanda hujan akan kembali turun. Dari selatan, angin mulai terasa dingin. Mendung itu menggumpal dan bergeser perlahan mengarah ke wilayah ujung Banjarbaru, menuju Cempaka ke sebagian Landasan Ulin dan arah Liang Anggang. Sementara air di beberapa titik mulai meninggi, hampir setara dengan tingginya jalan di perumahan dan pematang di persawahan. Lagi-lagi, kewaspadaan para petani, dan warga diuji. Banjir besar bisa saja kembali terjadi seperti empat tahun silam (2020).

Bagi warga dan juga pemerintah, banjir 2020 lalu yang melanda sebagian wilayah Banjarbaru ini berdampak cukup besar. Air bersih, makan dan minum, pakaian hingga kebutuhan balita dan lansia pasti disiagakan, termasuk obat-obatan. Di sisi lain, rasa kemanusiaan dan kepedulian sesama, para pengungsi juga harus diselamatkan. Mereka adalah saudara kita dari tetangga kabupaten  (Banjar dan Tanah Laut).

Apakah persoalan atas peristiwa ini sudah dibicarakan oleh parlemen dan pemangku kebijakan? Beberapa pemberitaan lokal kerap memberitakan dengan judul tak jauh dari mitigasi banjir. Warga yang sebagian menjadi korban tentu berharap besar mitigasi banjir benar dan dilakukan pemerintah dengan penuh keseriusan.

Banjir 2020, Guntung Manggis

Terbaru, pemerintah terlihat sibuk bekerja dengan mengeruk dan meluaskan parit dan drainase di sekitaran sungai Kemuning dan beberapa permukiman. Dinas PUPR sebagai perpanjangan tangan Pemko Banjarbaru juga membicarakan tentang proyek yang berhubungan dengan mitigasi banjir, semisal embung. Apakah kegiatan itu sampai juga di lokasi banjirnya? Mari kita cek bersama. Semoga juga berjalan seimbang.

Di sisi lain, sayangnya, peristiwa tak mengenakan sempat berlangsung di Banjarbaru. Beberapa kali terpantau sejumlah armada truk yang bermuatan tanah merah (galian C) masih saja meninggalkan jejaknya di jalan-jalan dari lokasi pengambilan antara perbatasan Kecamatan Banjarbaru  Selatan dan Kecamatan Cempaka. Haruskah peristiwa itu dibiarkan? Pemegang kebijakan di tingkat kecamatan dan kelurahan sebenarnya memiliki sikap tegas untuk menghentikan aktivitas itu. Meski sudah dan sedikit terlambat, paling tidak tanah-tanah di Banjarbaru jangan lagi diganggu. Agar alam dan lingkungan juga memberikan kebermanfaatan karena dijaga kelestariannya.

Semoga di Pilwali Banjarbaru  2024, para bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota memerhatikan permasalahan banjir di Banjarbaru. Jadi, siapa yang berani maju harus berani pula menuntaskan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *