Tue. Jul 23rd, 2024
Waktu Baca: 2 minutes

Oleh: Rudy Azhary

Prediksi politik bisa darimana saja dengan beragam analisa. Sepekan terakhir, putera Ketua DPW Partai Nasdem Kalimantan Selatan Muhammad Rifqi Maulana Mansyur pun menyatakan siap maju dan sudah menyebar ratusan baliho di sejumlah titik di Banjarbaru. Maulana memastikan diri sebagai calon Wakil Wali Kota, bukan di kursi nomor satu. Apakah ini pertanda, panggung debat akan hampa? Soal politik, semua bisa saja terjadi. Apalagi kabar bakal Calon Wali Kota Erna Lisa Halaby yang telah berkomunikasi dengan banyak partai politik mendapatkan respon positif. Lebih lagi,  Lisa menjadi  salah satu yang memiliki  daya tarik dalam kesiapan Pilwali, baik logistik juga lobi politik.

Jika benar demikian, bagaimana dengan bakal calon lainnya? Apakah berpeluang maju dan berhasil melobi untuk memenuhi syarat batas minimum kursi untuk berlenggang di panggung Pilwali Banjarbaru 2024 ini?

Kemungkinan kolaborasi antara Lisa Halaby dan Maulana Mansyur bisa saja terjadi karena keputusan dan pertimbangan politik. Karena pada dasarnya, berpolitik adalah  salah satu jalan untuk meraih kekuasaan. Jika para bakal calon memang bertujuan untuk meraih kekuasaan dengan visi-misinya, tentu jalan kemenangan akan diupayakan dengan segala macam cara trik dan intrik berpolitiknya.

Apakah benar rekomendasi partai politik akan berakhir ke Lisa atau Maulana? Peluang itu tentu ada, juga sebaliknya. Namun, jika keduanya bersepakat, maka besar kemungkinan kemenangan sudah menunggu di depan matanatau dapat dibilang 90 persen, sisanya tentang kesehatan para bakal calonnya dan syarat administrasinya.

Meski idealnya dalam berdemokrasi, rakyat diberikan ruang untuk memilih, antara pasangan bakal calon  A, B atau C. Tetapi, tak jua dapat dikesampingkan ada ruang  lobi dan kesepakatan politik yang bisa saja menggiring pada munculnya calon tunggal itu dapat benar terjadi.

Lantas, bagaimana dengan peluang para bakal calon yang telah mempormosikan diri kepada masyarakat melalui baliho dan iklan bando?

Partai politik dan para politisi tentu sudah sangat dewasa dan terbiasa dengan suasana politik seperti ini. Jika semua bakal calon memiliki niat yang sama untuk membangun dan memajukan Banjarbaru, tentu mereka pun tak akan dilupakan untuk saling berbagi saran, masukan, nasihat dan pemikiran.

Dengan begitu, Banjarbaru tentu akan memiliki kebijakan yang matang dan sarat  pertimbangan untuk kepentingan publik.

Jalan petahana yang juga dikabarkan berkeinginan melanjutkan kepemimpinannya, tentu memiliki strategi dan lobi untuk tetap aman mendapatkan tiket perhelatan. Sebaiknya-baiknya pilihan adalah membandingkan lebih dari satu objek yang diperbandingkan. Kendati tak ada pilihan kemudian, itulah fakta politik yang juga menjadi bagian proses berdemokrasi. Calon tunggal bisa terjadi di Banjarbaru pada Pilwali 2024. Kita tunggu dan nikmati prosesnya tahapan demi tahapannya.

Related Post