Tue. Jul 23rd, 2024
module:1facing:0; ?hw-remosaic: 0; ?touch: (-1.0, -1.0); ?modeInfo: ; ?sceneMode: Night; ?cct_value: 0; ?AI_Scene: (-1, -1); ?aec_lux: 0.0; ?hist255: 0.0; ?hist252~255: 0.0; ?hist0~15: 0.0; ?module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
Waktu Baca: < 1 minute

Suratkabatdigital.com –  Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru  membenarkan jika harga gas LPG 3 Kilogram dijual dengan harga Rp60 ribu per tabungnya. Tetapi, penjualan itu bukan dilakukan oleh agen atau pangkalan melainkan pengecer. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Banjarbaru Muriati, Senin (1/7/2024), saat dikonfirmasi terkait harga gas melon yang melambung tinggi di beberapa wilayah di Banjarbaru.

Menurut Kadisdag, dari data 2021 yang digunakan, seharusnya stok gas LPG 3 Kilogram dapat terpenuhi.

“Kami juga memantau, di Landasan Ulin Timur harganya memang Rp60 ribu, tapi bukan di agen atau pangkalan. Kalau di agen atau pangkalan harga yang kami pantau di kisaran harga maksimal Rp25 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut, dari data 2021 itu, jumlah penerima baik masyarakat miskin dan UKM totalnya 26.740 penerima. Sedangkan suplai gas dari Pertamina untuk Banjarbaru  jumlahnya bervariatif per bulannya ke agen atau pangkalan.

“740.000 kilogram rata-rata setiap bulannya. Memang, setiap tahun mengalami kenaikan jumlah penerima di antara 14 persen setiap tahun,” ucapnya.

Mengantisipasi kelangkaan dan mahalnya gas bersubsidi itu, masih kata Kadisdag, pihaknya melakukan operasi pasar, mendatangi SPBE, agen hingga pangkalan gas di wilayah Banjarbaru.

“Jumlah agen 2021 ada 10, kini jadi 16 totalnya. Kami juga mengimbau agar pihak-pihak yang seharusnya bukan tergolong penerima agar tidak ikut menjadi penerima. Kami juga sudah bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika ada agen atau pangkalan yang nakal,” ujar Kadisdag.

(Rudy Azhary, red)

Related Post