HULU SUNGAI SELATAN, SuratKabarDigital.com – Isu dugaan manipulasi dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawah Rakyat Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ditepis setelah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan di Desa Paramaian, Kecamatan Daha Utara.
SuratKabarDigital bersama wartawan lain menyambangi area proyek, Sabtu (28/2/2026), mendapati aktivitas alat berat masih berlangsung di kawasan cetak sawah. Sejumlah excavator apung, termasuk unit dengan kapal ponton, terlihat beroperasi di lahan rawa yang menjadi lokasi pengembangan.
Deputi Project Manager CV Tia Yasmin Azam, Faisal, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.
“Kami bekerja sesuai perencanaan. Tidak ada pengurangan volume pekerjaan maupun penyimpangan dari dokumen kontrak,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Proyek senilai Rp34 miliar tersebut, kata dia, telah melalui tahapan pekerjaan fisik dan kini memasuki masa pemeliharaan. Pengawasan berkala tetap dilakukan untuk memastikan kualitas hasil cetak sawah tetap terjaga sebelum dimanfaatkan petani.
Menurut Faisal, kondisi geografis lahan rawa di wilayah Daha Utara memang menuntut metode kerja khusus. Penggunaan excavator apung dan ponton menjadi solusi teknis agar pengerjaan tetap efektif tanpa merusak struktur tanah.
“Karakter lahan rawa memiliki tantangan tersendiri, tetapi itu sudah menjadi bagian dari perencanaan teknis kami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Paramaian, Syaifullah, menyebut proyek tersebut akan melibatkan lima brigade kelompok tani dengan total 75 orang pada tahap penanaman.
Ia berharap program cetak sawah ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat setempat dan membuka peluang ekonomi baru di desa.
Dengan peninjauan langsung ini, proyek PSN Cetak Sawah Rakyat di HSS kini memasuki fase pengawasan dan pemeliharaan, sembari menunggu tahapan tanam oleh kelompok tani sebagai indikator awal kebermanfaatan program di lapangan.
(Randi, red)

