Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Menjelang Hari Raya Iduladha, antusiasme warga memadati kegiatan Gerakan Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel. Sejumlah kebutuhan pokok ludes diserbu masyarakat hanya dalam waktu singkat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa program pasar murah benar-benar dibutuhkan warga, terutama menjelang Iduladha.
“Luar biasa ketika masyarakat mendatangi gerakan pasar murah ini, berarti mereka memang butuh perhatian dari pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Menurut Syamsir, kegiatan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi, agar seluruh jajaran memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan sembilan bahan pokok.
Dalam pasar murah itu, pemerintah menyediakan berbagai komoditas dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras, minyak goreng, telur, sayuran, bawang merah hingga bawang putih.
Ia mencontohkan, harga bawang merah yang di pasaran mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, dijual lebih murah dan kembali didiskon hingga sekitar Rp35 ribu per kilogram. Sementara bawang putih yang biasanya dijual Rp30 ribu, ditebus warga hanya Rp25 ribu per kilogram.
“Dalam waktu sekejap sudah habis. Ini bentuk perhatian pemerintah provinsi kepada masyarakat,” katanya.
Syamsir menegaskan, Gerakan Pangan Murah akan terus dilakukan sebagai upaya membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah meningkatnya konsumsi jelang hari besar keagamaan.
“Kebutuhan mereka adalah kebutuhan kita juga. Mereka harus memberi makan anak, istri, dan keluarga mereka. Maka pemerintah hadir memberikan yang terbaik,” ucapnya.
Selain kebutuhan pokok, pasar murah tersebut juga melibatkan pelaku UMKM lokal yang menjual berbagai makanan siap saji untuk masyarakat.
Terkait ketersediaan stok pangan, Syamsir memastikan persediaan dari Bulog dalam kondisi aman dan melimpah. Bahkan, jika stok di lokasi habis, pihak penyelenggara dapat langsung meminta tambahan pasokan.
“Stok dari Bulog sangat banyak. Kalau habis, tinggal telepon dan langsung dikirim lagi,” pungkasnya.

















































