by

DPKP KALSEL PANEN PERDANA PADI APUNG, SOLUSI BARU PERTANIAN LAHAN RAWA

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan mulai mengembangkan teknologi padi apung sebagai solusi pertanian di wilayah rawa dan lahan pasang surut. Program tersebut ditandai dengan panen perdana padi apung di Laboratorium PTPH Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (21/5/2026).

Panen perdana dilakukan Kepala DPKP Kalsel yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan, Masliyana bersama Kepala Laboratorium PTPH Sungai Tabuk, Siti Sa’adah serta jajaran staf laboratorium.

banner 336x280

Program padi apung tersebut menggunakan 250 styrofoam dengan varietas Inpari 42 sebagai media tanam. Dari hasil ubinan, diperoleh rata-rata 683 gram gabah per styrofoam atau setara 3,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Meski hasil panen belum maksimal, DPKP Kalsel menilai teknologi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan pada kawasan rawa lebak dan lahan pasang surut yang selama ini sulit dimanfaatkan untuk budidaya padi konvensional.

Masliyana mengatakan, panen perdana ini masih berada pada tahap pengembangan dan percobaan, khususnya dalam menentukan komposisi media tanam yang paling efektif untuk meningkatkan produktivitas.

“Panen ini menjadi tahap awal pengembangan padi apung. Hasilnya memang belum optimal karena masih dilakukan penyesuaian media tanam yang sesuai agar produktivitas dapat meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, metode padi apung menjadi alternatif pertanian adaptif di tengah tantangan perubahan iklim dan kondisi lahan rawa yang selalu tergenang air. Dengan teknologi tersebut, lahan yang sebelumnya kurang produktif tetap bisa dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Tak hanya fokus pada produksi pangan, kawasan laboratorium juga dijadikan sarana edukasi dan pembelajaran bagi siswa, mahasiswa magang hingga petani yang ingin mempelajari teknologi pertanian modern berbasis lahan rawa.

DPKP Kalsel berharap pengembangan padi apung dapat terus disempurnakan dan diperluas sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada pangan di Kalimantan Selatan.

“Ke depan, teknologi ini diharapkan mampu menjadi solusi pertanian berkelanjutan di wilayah rawa dan pasang surut,” tutupnya.

banner 336x280