Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan I, H Muhammad Rofiqi, menyoroti pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi karena Kalsel merupakan salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia yang selama ini menjadi sumber energi utama pembangkit listrik.
Rofiqi mengatakan, masyarakat mempertanyakan mengapa pemadaman listrik masih sering terjadi di daerah yang menjadi pemasok energi nasional.
“Secara logika tentu menjadi pertanyaan. Kalimantan Selatan ini daerah penghasil batu bara, tetapi masyarakatnya justru mengalami pemadaman listrik,” ujar Rofiqi, Senin (27/7/2026) malam.
Ia menilai pemadaman yang berlangsung hingga berjam-jam dan terjadi berulang kali dalam sepekan sudah sepatutnya menjadi bahan evaluasi serius bagi PT PLN.
“Apalagi kalau matinya sampai tujuh jam, kemudian dalam seminggu bisa beberapa kali. Tentu ini harus menjadi evaluasi PLN,” katanya.
Meski memahami gangguan pasokan listrik dapat dipicu berbagai faktor teknis maupun kondisi pada sistem kelistrikan, Rofiqi berharap PLN mampu meningkatkan keandalan jaringan agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal.
Menurutnya, masyarakat Kalimantan Selatan yang selama ini berkontribusi besar terhadap penyediaan sumber energi nasional berhak memperoleh layanan kelistrikan yang andal dan berkeadilan.
“Kalau kita bicara Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tentu masyarakat juga menginginkan pelayanan yang adil,” ucapnya.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Kalimantan Selatan I, Rofiqi mengaku memahami keresahan masyarakat karena dirinya juga pernah merasakan dampak pemadaman listrik.
Ia bahkan mendorong pemerintah bersama PLN memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah penghasil energi, termasuk Kalimantan Selatan.
“Kalau bisa, listrik di Kalsel ini bahkan lebih murah dibandingkan tempat lain, karena di sinilah salah satu daerah penghasil sumber energinya. Ini tentu perlu kita perjuangkan,” ujarnya.
Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, Rofiqi menilai pemadaman listrik yang berlangsung dalam waktu lama juga berdampak terhadap roda perekonomian masyarakat.
Ia meminta PLN memperhatikan dampak yang dirasakan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang yang menggantungkan aktivitas usahanya pada pasokan listrik.
“PLN juga harus memperhatikan pelaku-pelaku usaha. Karena ketika listrik padam cukup lama, tentu aktivitas mereka ikut terdampak,” pungkasnya.







































