Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Kabupaten Banjar menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan (adminduk) yang kian mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Melalui program berbasis desa, warga kini cukup datang ke kantor desa untuk mengurus berbagai dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian hingga perubahan data bahkan bisa selesai dalam hitungan menit.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banjar, Hayatun Nufus, mengatakan Desa Antasan Senor menjadi salah satu pilot project layanan adminduk berbasis desa pertama di Kalimantan Selatan.
“Warga cukup datang ke kantor desa membawa persyaratan, lalu aparat desa memproses langsung melalui aplikasi SIAK. Bahkan hari ini kita lihat cetak ulang KK karena hilang bisa selesai dalam 8 menit 32 detik. Kita anggap rata-rata sekitar 10 menit,” ujarnya saat meninjau langsung layanan di Desa Antasan Senor, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, inovasi ini tidak hanya memangkas waktu layanan, tetapi juga mengurangi mobilisasi warga ke kantor Dukcapil. Meski proses input dilakukan di desa, tahapan verifikasi dan tanda tangan elektronik tetap dilakukan oleh Dukcapil.
“Ini mempercepat pelayanan tanpa mengubah prosedur. Verifikasi dan TTE tetap di Dukcapil, tapi masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang,” jelasnya.
Lebih dari itu, kehadiran akses langsung ke Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di desa juga berdampak pada validitas data bantuan sosial. Aparat desa kini dapat langsung memperbaiki data warga yang tidak sinkron, termasuk untuk kebutuhan program seperti PKH maupun bansos lainnya.
“Kalau ada perbedaan data, aparat desa bisa langsung perbaiki di SIAK tanpa harus koordinasi berulang ke Dukcapil,” tambahnya.
Untuk pengembangan program, Disdukcapil Kabupaten Banjar menargetkan perluasan layanan ke puluhan desa. Pada 2025, sebanyak 30 desa telah ditunjuk sebagai pilot project, dan pada 2026 kembali ditambah 30 desa lagi.
“Total target kita 60 desa bisa berjalan tahun ini. Memang bertahap karena harus pemasangan jaringan seperti mikrotik dan pelatihan. Target jangka panjang, tahun 2030 seluruh desa di Kabupaten Banjar sudah bisa melayani adminduk mandiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Pambakal Desa Antasan Senor, Muhammad Husain, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menyebut layanan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengurus data yang berkaitan dengan bantuan sosial.
“Dampaknya sangat terasa. Dulu warga harus ke Dukcapil, sekarang cukup di desa. Kalau ada kesalahan data, langsung kami perbaiki. Ini penting karena berpengaruh ke bantuan seperti PKH dan BPJS,” katanya.
Ia menambahkan, layanan adminduk di desanya sudah berjalan hampir satu tahun, dengan berbagai dokumen yang bisa dicetak langsung di kantor desa.
“Kami sudah bisa mencetak KK, akta kelahiran, akta kematian, hingga perubahan data. Semuanya gratis, yang penting persyaratan lengkap,” tegasnya.















































