Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, menyoroti dua isu krusial saat melaksanakan kegiatan reses di Komplek Griya Ulin Permai/Berlina Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin.
Dalam pertemuan bersama warga, persoalan fasilitas kesehatan lingkungan menjadi salah satu aspirasi utama yang mencuat, khususnya terkait keterbatasan posyandu di kawasan tersebut.
Menurut Emi, komplek tersebut tergolong besar dan padat penduduk, sehingga membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai. Namun, hingga kini pembangunan posyandu masih terkendala persoalan administrasi lahan.
“Permasalahan utamanya berkaitan dengan fasilitas kesehatan berupa posyandu. Kendalanya adalah surat hibah dari pengembang yang belum diserahkan ke pemerintah kota atau status lahannya belum jelas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan. Fasilitas yang ada saat ini dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan warga secara maksimal.
Selain isu kesehatan, aspirasi lain yang disampaikan warga berkaitan dengan dukungan terhadap petugas pelayanan kematian, khususnya pemandi jenazah.
Emi mengungkapkan, meski Pemerintah Kota Banjarbaru telah memberikan insentif bagi penggali kubur, warga berharap perhatian serupa juga diberikan kepada pemandi jenazah yang memiliki peran penting dalam pelayanan sosial.
“Jumlah pemandi jenazah ini sangat terbatas. Dalam satu RW saja, pemandi jenazah perempuan hanya dua sampai tiga orang, dan rata-rata sudah berusia lanjut,” jelas politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Ia menilai, ke depan diperlukan langkah konkret untuk melakukan regenerasi, salah satunya melalui pelatihan yang difasilitasi pemerintah daerah. Selain itu, dukungan terhadap rukun kematian dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dinilai penting.
















































