DETIK-DETIK PERINGATAN 17 AGUSTUS DI BANJARBARU
Oleh: Rudy Azhary
Bendera Merah Putih berkibar di setiap sudut wilayah Kota Banjarbaru sejak awal Agustus 2026. Umbul-umbul juga menjadi simbol sikap nasionalisme masyarakat menyambut peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Bendera Merah Putih berkibar sebagai semangat patriotis yang terus menjalar ke sudut-sudut jauh kota. Rumah, sekolah, kampus, pasar, warung kaki lima, toko modern, hingga kendaraan bermotor menjadi pemandangan gagahnya Merah Putih berkibar.
Sementara itu, persiapan begitu serius dilakukan pemuda-pemudi yang telah berlatih dan dipersiapkan secara fisik dan mental sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada 17 Agustus 2026 di depan Gedung Balai Pemerintahan Kota Banjarbaru, Jalan Panglima Batur. Denyut persiapan itu terlihat berdetak tanpa henti meskipun cuaca panas ekstrem begitu terasa di Banjarbaru.
Tibalah pada salah satu momentum penting peringatan, tepatnya pada 15 Agustus 2026. Gedung Bina Satria menjadi saksi sejarah, sebanyak 33 orang dikukuhkan sebagai Paskibra oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby. Ke-33 orang itu terdiri dari 16 pemuda dan 17 pemudi. Mereka mengemban tugas besar, yakni bertugas pada saat pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada sore harinya, 17 Agustus 2026.

Di hadapan para tamu dan undangan upacara yang terdiri dari para veteran, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan seluruh elemen Kota Banjarbaru, Paskibra akhirnya menyelesaikan tugas mereka dalam suasana penuh khidmat. Bendera Merah Putih berkibar menghias langit Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan usai Wali Kota menyerahkan bendera kepada petugas pembawa baki (Paskibra) untuk dikibarkan dengan iringan lagu Indonesia Raya menuju puncak tertinggi.
Dalam pidatonya, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan pesan mendalam. Ia mengajak seluruh masyarakat merawat kerukunan, persatuan, dan menghargai serta menghormat jerih payah para pejuang kemerdekaan. Peringatan hari kemerdekaan bukanlah seremonial belaka, melainkan perwujudan dari semangat yang pada akhirnya berujung untuk kepentingan masyarakat.
“Jaga kebersamaan, jaga persatuan, jangan sampai terprovokasi oleh hal-hal yang memecah belah kerukunan di antara kita, dan teruslah berbuat kebaikan,” tegas Wali Kota.
Ia menekankan bahwa kemerdekaan harus dimaknai secara nyata. “Merdeka adalah bagaimana kita memberikan yang terbaik buat seluruh masyarakat yang kita cintai di Kota Banjarbaru ini. Kemerdekaan bukanlah sekadar seremoni,” lanjutnya.
Masih dalam suasana khidmat, rangkaian peringatan berlanjut hingga sore hari dalam upacara penurunan bendera. Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Muhammad Syahrial, bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Ketua DPRD memberikan dorongan moral khusus kepada para ASN. Ia berharap momentum ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Banjarbaru.
Peringatan HUT ke-81 RI ini ditutup dengan semarak kegiatan sosial dan perlombaan. Puncaknya, acara Gema Shalawat akan digelar pada akhir Agustus untuk seluruh masyarakat.










































