Press "Enter" to skip to content

PENTINGKAN KESEHATAN ANAK, JAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DIUNDUR AKIBAT KABUT ASAP DI BANJARBARU

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Maraknya kebakaran hutan yang terjadi di beberapa titik wilayah di Kalimantan Selatan, salah satunya di Kota Banjarbaru, menyebabkan kabut asap yang tebal menyelimuti permukiman hingga jalan raya.

Akibatnya, ribuan warga Kota Banjarbaru saat ini terkena penyakit ISPA. Lalu, bagaimana dengan nasib anak-anak yang harus berangkat sekolah pagi hari saat kabut asap tebal. Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru telah mengambil langkah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran kepada semua pihak sekolah, untuk dapat memulai pembelajaran pukul 08.30 Wita.

“Kesehatan anak nomor satu. Kami tidak ingin anak-anak yang niatnya belajar malah terkena penyakit akibat kabut asap. Jadi pembelajaran dimulai pukul 08.30 Wita saat kabut asap sudah mulai berkurang,” kata Dedy, Selasa (5/9/2023).

Dedy juga meminta, kepada semua pihak sekolah untuk selalu mempersiapkan UKS nya, untuk berjaga-jaga apabila ada anak yang terkena penyakit ISPA.

“Kami juga memberikan kebebasan kepada pihak sekolah terkait jam pulang sekolah untuk mengutamakan keselamatan anak. Karena setiap wilayah sekolah situasi kabut asapnya berbeda-beda, seperti di wilayah Liang Anggang, kabut asap di sana sangat tebal,” ucapnya.

Selain itu, kata Dedy, semua anak dan dewan guru diwajibkan untuk selalu menggunakan masker. Serta, apabila ingin melakulan aktivitas belajar di luar ruangan, harus menyesuaikan dengan situasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru, jumlah sekolah yang ada di lokasi rawan seperti di wilayah Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 8 sekolah, Sekolah Dasar (SD) 31 sekolah, dan Taman Kanak-kanak (TK) 56 sekolah.
(Randi,red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.