by

DISBUNNAK KALSEL PASTIKAN DAGING DAN TELUR AMAN, PRODUKSI SURPLUS TEMBUS KALTENG–KALTIM

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras dalam kondisi aman dengan harga relatif stabil. Bahkan, untuk komoditas ayam dan telur, Kalsel tercatat dalam posisi surplus dan mampu menyuplai provinsi tetangga.

banner 336x280

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, di Banjarbaru, Senin (23/2/2026).

“Kami pastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras di Kalimantan Selatan aman. Harga juga relatif stabil karena produksi daerah kita mencukupi, bahkan surplus,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Disbunnak melakukan pengawasan menyeluruh, mulai dari tingkat peternakan hingga distribusi. Monitoring dilakukan ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold storage, serta Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah maupun swasta.

Pengawasan juga menyasar peternakan rakyat dan industri, termasuk koordinasi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan, industri breeder, dan industri pakan.

“Pengawasan kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari peternakan hingga distribusi. Kami juga terus berkoordinasi dengan asosiasi dan pelaku usaha untuk memastikan produksi tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar,” tambah Suparmi.

Data tahun 2025 menunjukkan populasi ayam pedaging di Kalsel mencapai 100.913.597 ekor dengan produksi daging sebesar 123.330.490 kilogram. Sementara kebutuhan daging ayam broiler di daerah ini sebesar 52.649.028 kilogram atau sekitar 43 persen dari total produksi, dengan konsumsi 18,73 kilogram per kapita per tahun.

Untuk ayam petelur (layer), populasinya mencapai 7.694.933 ekor dengan produksi telur sebesar 114.010.250 kilogram. Kebutuhan telur ayam ras tercatat 50.001.385 kilogram atau 44 persen dari total produksi, dengan tingkat konsumsi 27,28 kilogram per kapita per tahun.

“Dengan kondisi tersebut, pasokan daging ayam ras dan telur di Kalimantan Selatan bukan hanya aman, tetapi juga surplus sehingga mampu menyuplai provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelasnya.

Disbunnak juga memastikan kesinambungan produksi melalui ketersediaan Day Old Chicken (DOC) dari tujuh industri perbibitan di Kalsel.

Pada Januari 2026, produksi DOC broiler mencapai 8.213.300 ekor. Sebanyak 84 persen atau 6.907.898 ekor didistribusikan untuk wilayah Kalsel, sedangkan sisanya ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Untuk DOC ayam layer, produksi mencapai 127.500 ekor dan seluruhnya dialokasikan bagi kebutuhan lokal.

“Ketersediaan DOC menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Dengan dukungan industri perbibitan lokal, kami optimistis pasokan daging dan telur tetap terjaga sepanjang tahun,” pungkas Suparmi.

banner 336x280