by

DARI SIRING NOL KILOMETER, PEMPROV KALSEL AJAK WARGA SELAMATKAN SUNGAI DARI ANCAMAN SAMPAH PLASTIK

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Persoalan sampah yang masih mencemari sungai-sungai di Kota Banjarmasin kembali menjadi perhatian. Melalui Program Gerakan Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan sungai sebagai gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

banner 336x280

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui aksi bersih-bersih sungai yang digelar di kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Jumat (5/6/2026). Kegiatan itu melibatkan jajaran Pemprov Kalsel, Polda Kalimantan Selatan, serta sejumlah instansi terkait yang turun langsung memungut sampah di aliran sungai dan bantaran.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil, mengatakan Gerakan Asri sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk menjaga kebersihan sungai sekaligus mengurangi timbulan sampah, khususnya sampah plastik yang mencemari aliran sungai,” ujar Subhan.

Menurutnya, sungai merupakan identitas sekaligus wajah Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai. Karena itu, menjaga kebersihan sungai menjadi tanggung jawab bersama demi mempertahankan fungsi lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Subhan menegaskan kegiatan bersih-bersih sungai tidak boleh berhenti pada momentum tertentu saja. Ia meminta seluruh pihak, termasuk instansi yang menangani pengelolaan lingkungan dan sungai, untuk terus melakukan pemeliharaan secara rutin.

“Ke depan, kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan. Tidak hanya pada momentum tertentu, tetapi menjadi gerakan yang berkesinambungan. Pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu terus menjaga kebersihan sungai-sungai yang ada di Kota Banjarmasin,” katanya.

Ia mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Selain berdampak pada kualitas lingkungan, sungai yang bersih juga dinilai mampu meningkatkan daya tarik kawasan wisata tepian sungai yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kota Banjarmasin.

Melalui Gerakan Asri, Pemprov Kalsel berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta ikut menjaga kebersihan sungai sebagai warisan dan kebanggaan Kalimantan Selatan. Dengan demikian, identitas Kota Seribu Sungai dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.

banner 336x280