by

GUBERNUR KALSEL, KAPOLDA DAN PERTAMINA BERTEMU MEMBAHAS BBM BERSUBSIDI DI KALSEL

banner 468x60

Kalsel, Suratkabardigital.com – Adanya dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pihak-pihak tertentu diduga kuat menjadi penyebab masih terjadinya kelangkaan dan antrean BBM di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Dugaan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Kalsel, Kapolda, dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Selasa (2/6/2025), di ruang Kapolda Kalsel.

Executive General Manager Pertamina Balikpapan, Iswahani menyampaikan, penyaluran BBM subsidi khususnya solar telah menggunakan mekanisme QR Code sebagai instrument pengendalian pembeli. Bahkan menurutnya, terdapat pembatasan volume pembelian yang terintegrasi dalam sistem QR Code tersebut. Dalam pelaksanaanya, masih dikatakan Iswahani, petugas SPBU memiliki peran penting memverifikasi langsung terhadap pengguna QR Code saat transaksi pembelian.  Meski demikian, dijelaskannya, implemnetasi di lapangan masih menemui berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan pengawasan terhadap penggunaan QR Code dan kepatuhan pengguna.

banner 336x280

Gubernur Kalsel, Muhidin, dalam pertemuan menekankan perlu dilakukan penguatan sistem pengendalian dalam penggunaan QR Code, termasuk kajian penerapan mekanisme yang lebih ketat dengan mengintegrasikan data kendaraan melalui STNK, sehingga dapat meminimalir penyalahgunaan BBM subsidi.

Dalam pertemuan itu, Gubernur juga meminta penjelasan secara rinci mekanisme pengendalian dan pengawasan pengguna barcode/ QR Code BBM bersubsidi serta langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan. Proses pengisian dan distribusi BBM dari depo menurutnya juga perlu dilakukan pengaturan yang lebih terkoordinasi dan serentak guna menghindari terjadinya antrean panjang maupun keterlambatan pasokan di wilayah Kalsel.

Masih dikatakan Gubernur, sinergisitas antara Pertamina, Pemerintah Daerah, apparat penegak hukum, dan pengelola SPBU untuk memastikan distribusi lancar dan tepat sasaran. Pengawasan penyalahgunaan BBM subsidi, indikasi penimbunan dan praktik premanisme dalam distribusi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Plh. Sekdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil dan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Yudha Hermawan mendampingi Gubernur. Sementara Kapolda kalsel didampingi Wakapolda, Irwasda, Karo Ops, Dir Krimum, Dir Krimsus, Wadi Polair, dan Kasubdit Ekonomi Dit Intelkam. Sedangan dari jajaran PT Pertamina Parta Niaga Regional Kalimantan diantaranya Bondan tri Wibowo selaku Sales Area Manager.

Editor: Rudy Azhary

Sumber: MCKalsel

banner 336x280

News Feed