Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – DPRD Kota Banjarbaru mendorong pengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor untuk terus mengembangkan potensi usaha dan kawasan komersial guna meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dorongan tersebut disampaikan Komisi II DPRD Banjarbaru usai melakukan kunjungan kerja ke Bandara Syamsudin Noor guna melihat secara langsung peluang pengembangan sektor kebandarudaraan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Ketua Komisi II DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas, mengatakan bandara memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Banjarbaru yang saat ini berkembang pesat sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami melihat bagaimana kontribusi bandara bisa terus ditingkatkan. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Banjarbaru juga menunjukkan perkembangan yang sangat baik,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2025, kontribusi Bandara Internasional Syamsudin Noor terhadap PAD Kota Banjarbaru mencapai sekitar Rp15,4 miliar. Angka tersebut menjadikan bandara sebagai salah satu penyumbang pendapatan daerah terbesar.
Menurut Syamsuri, capaian tersebut perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui optimalisasi berbagai peluang usaha yang tersedia di kawasan bandara.
“Karena itu kami meminta manajemen bandara terus mencari sumber-sumber pendapatan baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Namun demikian, DPRD juga mencermati sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi penerimaan daerah dari sektor kebandarudaraan. Salah satunya adalah penurunan jumlah penumpang serta perubahan regulasi melalui Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).
Kebijakan tersebut menyebabkan porsi penerimaan daerah dari pajak parkir di kawasan bandara turun dari 30 persen menjadi 10 persen, sehingga berdampak terhadap kontribusi PAD yang diterima pemerintah daerah.
“Kami berharap manajemen bandara dapat mencari sumber pendapatan baru sehingga mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu penyumbang PAD terbesar di Banjarbaru,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan kawasan komersial untuk mendukung peningkatan kontribusi ekonomi bagi daerah.
Salah satu proyek yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan kawasan Cendrawasih yang saat ini masih dalam tahap penjajakan kerja sama bisnis dengan sejumlah pihak.
Selain itu, pengelola bandara juga terus mengoptimalkan pemanfaatan aset yang ada untuk mendukung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami sudah mulai memanfaatkan sejumlah area, termasuk di Jalan Golf yang kini terdapat BDJ Market. Kami juga menyediakan ruang komersial di terminal bagi UMKM sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan PAD,” jelas Stephanus.
Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang tidak memiliki sumber daya alam besar, Banjarbaru selama ini mengandalkan sektor jasa, perdagangan, dan pelayanan publik sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Karena itu, pengembangan kawasan bisnis dan komersial di Bandara Syamsudin Noor dinilai menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat penerimaan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.










































