Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Akses jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Martapura Timur menuju Banjarbaru melalui kawasan Jalan Makam dan Jalan Keramat menjadi perhatian Pemerintah Desa Keramat Baru. Pasalnya, ruas jalan tersebut setiap tahun kerap terdampak banjir, bahkan dengan kondisi cukup parah.
Pambakal Desa Keramat Baru, Muslim, mengatakan kondisi tersebut telah beberapa tahun disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Banjar agar mendapat penanganan, terutama melalui peningkatan dan pengurukan badan jalan.
Usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan. Pemerintah daerah kemudian melakukan pekerjaan peningkatan jalan yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
“Jalan di desa kami ini merupakan jalan alternatif dari Kecamatan Martapura Timur menuju Banjarbaru, ada Jalan Makam dan Jalan Keramat. Setiap tahun pasti kena banjir dan banjirnya cukup parah,” ujar Muslim.
Ia menyebutkan, berdasarkan perencanaan awal, peningkatan jalan tersebut memiliki panjang sekitar 1.950 meter dengan anggaran kurang lebih Rp2,9 miliar.
Namun, dalam pelaksanaannya, pekerjaan yang terealisasi baru sekitar 950 meter. Artinya, masih terdapat sekitar 1 kilometer ruas jalan yang belum mendapatkan penanganan.
“Awalnya perencanaan sekitar 1.950 meter dengan anggaran Rp2,9 miliar. Tetapi yang terlaksana baru sekitar 950 meter, sehingga masih ada kurang lebih 1 kilometer yang belum dikerjakan,” katanya.
Meski belum seluruh ruas tertangani, Muslim mengapresiasi pemerintah daerah yang telah merealisasikan sebagian peningkatan jalan tersebut. Menurutnya, pekerjaan yang sudah dilakukan setidaknya menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak banjir pada akses masyarakat.
Ia berharap pembangunan dapat kembali dilanjutkan pada tahap berikutnya hingga seluruh ruas sesuai perencanaan dapat ditingkatkan.
“Harapan kami memang pekerjaan ini bisa dilanjutkan lagi sampai seluruh ruas selesai, karena jalan ini sangat penting bagi masyarakat,” tuturnya.
Muslim menjelaskan, akses tersebut tidak hanya digunakan warga Desa Keramat Baru. Jalan tersebut juga memiliki peran penting bagi masyarakat, termasuk akses menuju sejumlah makam yang sering didatangi warga.
Saat banjir melanda, aktivitas masyarakat menuju kawasan tersebut menjadi lebih sulit. Begitu pula bagi para pekerja yang menggunakan akses tersebut untuk menuju wilayah Banjarbaru.
“Di daerah Tungkaran dan Keramat Baru banyak makam yang sering didatangi masyarakat. Kalau banjir, mereka cukup terkendala. Begitu juga para pekerja yang menuju arah Banjarbaru sangat memerlukan jalan ini, terutama saat musim banjir,” jelasnya.










































