by

INVESTASI BANJAR TEMBUS SURPLUS RP1,6 TRILIUN, PEMKAB BIDIK RP2,14 TRILIUN PADA 2026

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Iklim investasi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menunjukkan tren positif. Realisasi investasi daerah bahkan berhasil melampaui target yang ditetapkan hingga mencatat surplus mencapai Rp1,6 triliun.

banner 336x280

Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar untuk memasang target lebih tinggi pada 2026, yakni sebesar Rp2,14 triliun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, mengatakan pertumbuhan investasi di daerahnya terus menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun.

Hal itu disampaikannya usai membuka Forum Investasi Daerah Percepatan Peningkatan Realisasi Investasi di Kabupaten Banjar, yang digelar di Hotel Tree Park, Kertak Hanyar, Senin (10/8/2026).

Menurut Yudi, salah satu faktor yang membuat Kabupaten Banjar memiliki daya tarik investasi adalah posisi geografisnya yang strategis. Kabupaten Banjar berbatasan langsung dengan Kota Banjarbaru yang menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.

“Posisi ini memberikan dampak domino positif terhadap percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Namun, Pemkab Banjar tidak ingin hanya mengandalkan posisi geografis. Tiga sektor unggulan daerah kini menjadi fokus pengembangan investasi, yakni pertanian, perikanan dan pariwisata.

Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menarik investasi sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

“Guna menjaga keinginan pertumbuhan ekonomi tersebut, Pemkab Banjar memfokuskan pengembangan pada tiga sektor unggulan daerah yang masuk dalam RPJMD, meliputi sektor pertanian, perikanan dan pariwisata,” kata Yudi.

Untuk menjaga tren tersebut, Pemkab Banjar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga mulai memperkuat komunikasi dengan dunia usaha.

Salah satunya melalui pembentukan forum komunikasi interaktif yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha hingga berbagai asosiasi bisnis.

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas persoalan investasi, menyerap aspirasi pengusaha sekaligus menyosialisasikan kebijakan terbaru pemerintah.

“Melalui forum ini, pemerintah daerah dapat membahas berbagai persoalan, menyerap aspirasi, serta menyosialisasikan instrumen kebijakan terbaru secara efektif,” jelasnya.

Yudi berharap komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Plt Kepala DPMPTSP Kabupaten Banjar, Santi Nurlaela, mengatakan capaian investasi sebelumnya menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan target pada 2026.

Setelah berhasil melampaui target realisasi investasi pada 2025, Pemkab Banjar kini membidik angka Rp2,14 triliun pada tahun ini.

“Hingga Triwulan I 2026, capaian realisasi investasi di Kabupaten Banjar mencatatkan angka yang positif, menyentuh 27 persen dari total target tahunan,” ungkap Santi.

banner 336x280