Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, masih menunggu realisasi janji kontraktor untuk memperbaiki jembatan pertanian yang mengalami kerusakan, diduga saat pekerjaan normalisasi sungai berlangsung.
Jembatan tersebut sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Desa Keramat Baru pada 2025 dengan anggaran sekitar Rp50 juta. Keberadaannya dinilai sangat penting karena menjadi akses utama bagi para petani menuju lahan pertanian mereka.
Pambakal Desa Keramat Baru, Muslim, mengatakan kerusakan jembatan terjadi ketika proyek normalisasi atau pengelokan sungai dari kawasan Jalan Veteran hingga Desa Sungai Batang dikerjakan. Aliran sungai tersebut melintasi wilayah Desa Keramat Baru.
Menurut Muslim, pihak desa mendapat informasi bahwa kerusakan jembatan diduga berkaitan dengan aktivitas alat berat yang digunakan dalam pekerjaan normalisasi sungai.
“Ada informasi dari warga yang mengatakan jembatan terkena alat saat pengerjaan sungai,” ujar Muslim.
Ia menambahkan, dari pihak kontraktor sempat menyampaikan bahwa kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh alat berat, melainkan kondisi arus sungai. Meski demikian, kontraktor sebelumnya telah menyatakan kesediaannya untuk memperbaiki jembatan tersebut seperti kondisi semula.
Bahkan, pihak kontraktor bersama pemerintah desa telah turun langsung melihat dan memeriksa kondisi jembatan yang rusak. Kontraktor juga sempat memanggil tukang untuk membahas rencana perbaikan.
Namun, hingga kini belum ada progres perbaikan di lapangan. Muslim menyebut kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung sekitar satu setengah bulan.
“Kami sudah menunggu lebih dari satu bulan. Sebelumnya pihak kontraktor sudah berjanji akan memperbaiki dan sudah sama-sama melihat kondisi jembatannya, tetapi sampai sekarang belum ada proses perbaikan,” katanya.
Muslim berharap kontraktor segera merealisasikan perbaikan, terlebih saat ini kondisi cuaca masih mendukung pekerjaan konstruksi.
Menurutnya, perbaikan sebaiknya dilakukan selagi musim kemarau. Jika memasuki musim penghujan dan debit air sungai kembali meningkat, proses perbaikan dikhawatirkan menjadi lebih sulit.
“Harapan kami agar secepatnya diperbaiki, mumpung masih musim kemarau. Kalau air sudah banyak naik, mungkin akan lebih sulit memperbaikinya,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat, khususnya para petani Desa Keramat Baru. Kerusakan jembatan dapat mengganggu mobilitas warga menuju lahan pertanian dan berpotensi menyulitkan aktivitas mereka.
“Jembatan ini sangat penting sekali untuk para petani kami di sini,” pungkas Muslim.










































