Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Upaya membangkitkan ekonomi kerakyatan di Banjarbaru kembali diperkuat melalui program Warung ZMART yang digagas BAZNAS Kota Banjarbaru bersama pemerintah daerah. Program ini tak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga menjadi solusi agar pelaku usaha kecil terhindar dari jerat utang berbasis riba.
Ketua BAZNAS Kota Banjarbaru, Hafidah mengungkapkan, bantuan difokuskan bagi pemilik warung yang masih aktif namun terkendala modal usaha.
“Kita sering melihat para pemilik warung kekurangan modal, terutama agar tidak terjerat utang riba yang tidak jelas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap penerima mendapatkan total bantuan sebesar Rp8 juta, dengan rincian Rp4 juta untuk sarana usaha dan Rp4 juta sebagai tambahan modal. Penyaluran dilakukan secara bertahap agar tepat sasaran dan benar-benar mendorong perkembangan usaha.
“Total penerima manfaat untuk saat ini ada 30 orang. Setelah menerima bantuan akan tetap kami pantau dan edukasi terus agar benar-benar berkembang,” tambahnya.
Program ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby dalam kegiatan di Kantor BAZNAS, Rabu (22/04/2026), sebagai bentuk komitmen memperkuat sektor UMKM berbasis masyarakat.
Menurutnya Lisa Halaby, penguatan usaha kecil merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi daerah.
“Pemerintah Kota Banjarbaru sangat mendukung langkah-langkah seperti ini. Karena kami percaya, kalau usaha kecil kita maju maka ekonomi masyarakat juga menguat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program ZMART sendiri tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong transformasi warung tradisional menjadi lebih modern, tertata, dan berdaya saing.
Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar pelaku usaha mampu naik kelas dan bertahan dalam persaingan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat ini pun dinilai menjadi solusi nyata dalam memperkuat ekonomi keluarga dari level paling dasar, sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat.












































