Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.
Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Siska Monalisa, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembukaan lahan menggunakan api.
Menurutnya, pada musim kemarau, kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang membuat api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
”Jangan menganggap membakar lahan sebagai cara yang mudah dan murah. Saat musim kemarau, api sangat mudah meluas dan sulit dikendalikan. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengancam permukiman warga, fasilitas umum, bahkan keselamatan jiwa,” ujarnya.

Siska menjelaskan bahwa karhutla tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga menghasilkan kabut asap yang dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Selain berdampak pada kesehatan, karhutla juga menyebabkan kerusakan ekosistem, hilangnya habitat satwa, menurunnya kualitas udara, serta mengganggu kegiatan pendidikan, transportasi, dan perekonomian masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memilih cara yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam membersihkan maupun mengelola lahan tanpa melakukan pembakaran.
”Mari kita bersama-sama menjaga Banjarbaru agar tetap aman dari kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dengan tidak membakar lahan. Jika melihat titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sejak dini,” katanya.
Siska berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga upaya pencegahan karhutla dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, relawan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
”Dengan kepedulian dan kerja sama semua pihak, kita dapat melindungi lingkungan, menjaga kualitas udara tetap baik, serta mewujudkan Banjarbaru yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman karhutla,” tutupnya.













































