Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Selatan mulai menutup U-turn di Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, sebagai langkah uji coba untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.
Penutupan yang dilakukan pada Kamis (9/7/2026) itu merupakan tindak lanjut dari hasil kajian Forum Lalu Lintas serta aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kalsel, Tommy Hariadi, mengatakan sebelum kebijakan diambil, pihaknya bersama Forum Lalu Lintas melakukan analisis terhadap kondisi lapangan.
“Berdasarkan hasil kajian dengan Forum Lalu Lintas dan potensi wilayah yang ada di Pemko Banjarbaru, hasil rapat disepakati ada dua lokasi yang direncanakan dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas, salah satunya di Jalan Angkasa,” ujarnya.
Hasil kajian menunjukkan U-turn tersebut memiliki tingkat konflik lalu lintas yang tinggi karena berada tepat berhadapan dengan akses keluar-masuk Komplek Citra Angkasa Raya. Simulasi yang dilakukan selama dua jam juga menunjukkan potensi konflik kendaraan yang cukup besar.
Tommy menjelaskan, penutupan U-turn masih bersifat uji coba selama tiga hingga enam bulan. Selama masa tersebut, Dishub akan melakukan evaluasi sebelum menentukan apakah penutupan akan diberlakukan secara permanen.
“Kalau hasil observasi sesuai yang kita inginkan, dapat diusulkan menjadi penutupan permanen,” katanya.
Selain di Jalan Angkasa, Dishub Kalsel juga berencana menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Kurnia sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Tarmidi. Ia menyebut penutupan U-turn di Jalan Angkasa merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang sudah lama mengeluhkan seringnya kecelakaan di lokasi tersebut.
“Setelah saya komunikasikan, instansi melakukan kajian dan bertanya kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Tarmidi, kawasan tersebut telah lama dikenal sebagai titik rawan kecelakaan dan bahkan pernah menelan korban jiwa.
“Saking banyaknya korban, warga minta perjuangkan kondisi ini,” katanya.
Tarmidi juga meminta Dishub memperkuat pemasangan water barrier di Simpang Empat Guntung Manggis dengan merantainya agar tidak mudah dipindahkan oleh masyarakat.
“Kalau bisa water barrier yang ada dirantai dulu, karena masih ada masyarakat yang lewat walau sudah ada water barrier di sana. Nantinya kalau bisa dibuat permanen saja,” tuturnya.

















































