by

BUNDA PAUD BANJAR PASTIKAN HARI PERTAMA SEKOLAH TANPA TANGIS DAN TEKANAN

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Hari pertama masuk sekolah menjadi momen penting bagi anak usia dini. Untuk memastikan proses adaptasi berlangsung aman dan menyenangkan, Bunda PAUD Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, turun langsung memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah PAUD Tahun Ajaran 2026/2027 di TK Negeri Jawa, Kelurahan Jawa, Martapura, Senin (6/7/2026).

banner 336x280

Didampingi jajaran perangkat daerah terkait, Nurgita memastikan kegiatan MPLS berjalan sesuai prinsip pendidikan anak usia dini yang mengedepankan rasa aman, nyaman, serta pembelajaran melalui aktivitas bermain.

Dalam kunjungannya, ia menyapa peserta didik baru, berdialog dengan guru dan orang tua, serta meninjau berbagai aktivitas pengenalan lingkungan sekolah yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian anak.

“Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen kami dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi anak, melalui pengenalan lingkungan sekolah, guru, teman-teman baru serta kegiatan bermain sambil belajar yang mampu menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan percaya diri,” ujar Nurgita.

Menurutnya, keberhasilan anak beradaptasi di sekolah tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari orang tua di rumah.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua memberikan pendampingan dengan penuh kasih sayang, menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, serta tidak memberikan tekanan maupun tuntutan yang berlebihan kepada anak.

Nurgita menegaskan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru menjadi fondasi penting untuk mendukung tumbuh kembang anak agar menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Tisno Hadimurti, menjelaskan bahwa konsep MPLS Ramah PAUD dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun tekanan psikologis.

“Melalui MPLS peserta didik dikenalkan dengan lingkungan sekolah secara positif dan menyenangkan sehingga mereka dapat lebih mudah beradaptasi dengan guru, tenaga kependidikan, maupun teman-teman baru. Inilah langkah awal untuk menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama,” jelasnya.

Melalui monitoring tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap seluruh satuan PAUD mampu menerapkan MPLS yang ramah anak sehingga setiap peserta didik memperoleh pengalaman pertama di sekolah yang positif, menyenangkan, dan menjadi bekal dalam membangun karakter serta kesiapan mengikuti jenjang pendidikan berikutnya.

banner 336x280