Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Pergantian jabatan Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru turut menandai berakhirnya masa tugas AKP A. Denny Juniansyah di jajaran Polres Banjarbaru.
AKP Denny kini dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kasat Reskrim Polres Tapin. Selama menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru, sederet pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti dalam jumlah besar tercatat berhasil dilakukan jajarannya.
Salah satu pengungkapan menonjol terjadi pada Maret 2024. Satresnarkoba Polres Banjarbaru membongkar jaringan peredaran sabu yang diduga terafiliasi dengan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama.
Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan lima tersangka dan menyita sekitar 1,7 kilogram sabu yang dikemas dalam 27 plastik klip.
Pengungkapan itu tidak berhenti di wilayah Banjarbaru. Polisi melakukan pengembangan hingga Kabupaten Banjar dan Surabaya, Jawa Timur. Para tersangka disebut memiliki peran berbeda, mulai dari pengedar, kurir hingga pemasok.
Tak lama berselang, Satresnarkoba juga mencatat hasil Operasi Antik 2024 dengan menyita 218,38 gram sabu dan 90 butir ekstasi. Barang bukti tersebut kemudian dimusnahkan melalui proses yang disaksikan aparat penegak hukum terkait.
Memasuki akhir 2024, pengungkapan yang dilakukan jajaran Satresnarkoba di bawah kepemimpinan Denny kembali membesar.
Dalam dua kasus yang ditangani pada November dan Desember 2024, polisi mengamankan total sekitar 12,4 kilogram sabu, terdiri dari 5,2 kilogram yang ditemukan dalam kasus di Kelurahan Syamsudin Noor dan hasil pengembangan 4,2 kilogram, serta 3 kilogram dari kasus lainnya di kawasan Guntung Manggis.
Selain sabu, polisi juga menyita 35 butir ekstasi dan 4.570 butir Happy Five. Dari pengungkapan tersebut, Polres Banjarbaru menyebut sekitar 60,2 juta jiwa terselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Memasuki 2025, capaian besar kembali ditorehkan Satresnarkoba Polres Banjarbaru.
Pada Juni 2025, jajaran Satresnarkoba menggagalkan peredaran 10,3 kilogram sabu yang dibawa dari Pontianak, Kalimantan Barat, menuju Sulawesi Selatan.
Pengungkapan dilakukan melalui rangkaian penyelidikan dari Banjarbaru hingga Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Tiga tersangka diamankan dan polisi menemukan 10,3 kilogram sabu yang disembunyikan di area persawahan.
Nilai barang bukti tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp6,5 miliar, dengan potensi penyalahgunaan mencapai 124.246 jiwa. Dalam pengungkapan ini, Denny juga menyatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan keterkaitan jaringan tersebut dengan jaringan yang lebih besar.
Tidak berhenti di sana, dalam Operasi Antik Intan 2025, Satresnarkoba Polres Banjarbaru kembali membongkar puluhan kasus narkotika.
Selama operasi yang berlangsung 17 hingga 30 Juni 2025, polisi mengungkap 23 kasus dan mengamankan 26 pelaku. Barang bukti yang disita mencapai 12,01361 kilogram sabu dan 69 butir ekstasi.
Jika dikalkulasikan berdasarkan harga saat itu, narkotika yang berhasil digagalkan peredarannya ditaksir mencapai sekitar Rp7,8 miliar, dengan potensi penyalahgunaan mencapai sekitar 149.095 jiwa.
Catatan lainnya terlihat dari konsistensi Satresnarkoba dalam melakukan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan. Pada Juli 2025, misalnya, Polres Banjarbaru memusnahkan 22,6 kilogram sabu dan 49 butir ekstasi yang berasal dari 13 kasus pengungkapan periode Juni-Juli 2025. Dalam kegiatan tersebut, Denny menjelaskan pemusnahan dilakukan berdasarkan ketetapan Kejaksaan Negeri Banjarbaru dan sesuai prosedur hukum.
Sementara pada April 2026, saat masih menjabat Kasat Resnarkoba, Denny kembali tercatat dalam pengungkapan enam kasus dengan barang bukti 1,7 kilogram sabu dan 280 butir ekstasi.
Salah satu kasus terbesar berasal dari penangkapan seorang tersangka berinisial PSR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dengan barang bukti sekitar 1,6 kilogram sabu yang diduga didatangkan dari Surabaya.
Dari keseluruhan pengungkapan tersebut, Polres Banjarbaru menyebut sekitar 8.000 orang berhasil diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Rangkaian pengungkapan tersebut menjadi bagian dari catatan Denny selama memimpin Satresnarkoba Polres Banjarbaru.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda pun memberikan apresiasi atas dedikasi Denny selama menjalankan tugasnya. Menurut Kapolres, sejumlah prestasi telah dicapai selama Denny menjabat sebagai Kasat Resnarkoba.
Kini, tongkat komando Satresnarkoba Polres Banjarbaru beralih kepada AKP Dede Suprianto.
Sementara Denny mendapat tugas baru sebagai Kasat Reskrim Polres Tapin. Promosi tersebut sekaligus membuka babak baru bagi perwira yang selama bertugas di Banjarbaru dikenal melalui sejumlah pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti dalam jumlah besar.
















































