by

MTN BIDANG SENI BUDAYA DIGELAR DI KALSEL, TALENTA SASTRA BANJAR DIPERSIAPKAN MENUJU PENTAS NASIONAL

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Upaya menjaga warisan budaya sekaligus mencetak generasi baru pelaku seni terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni dan Budaya, talenta-talenta sastra daerah mulai dijaring dan dikembangkan agar mampu bersaing hingga tingkat nasional.

banner 336x280

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel melalui UPT Taman Budaya bekerja sama dengan Sanggar Wabul Sawi Festival tersebut berlangsung selama lima hari dan resmi ditutup di Banjarmasin, Jumat (7/8/2026).

Penutupan kegiatan turut dihadiri Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis.

Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Kalsel, Rizal Pahmi, mengatakan program MTN menjadi wadah untuk menemukan, membina, dan mengembangkan talenta terbaik di bidang sastra dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, sastra lisan seperti pantun, madihin, dan syair bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga nilai budaya dan membentuk karakter masyarakat.

“Manajemen Talenta Nasional menjadi salah satu langkah strategis dalam menemukan, menentukan, membina, dan mengembangkan talenta-talenta terbaik yang dimiliki daerah, sehingga mampu berpartisipasi tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Rizal.

Ia berharap peserta yang mengikuti program tersebut dapat mengembangkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi karya sastra yang kreatif, berkualitas, serta tetap memiliki akar kuat pada budaya lokal.

“Ilmu, pengalaman, inovasi, dan inspirasi yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di ruang pelatihan saja, melainkan dapat diwujudkan dalam karya-karya sastra yang berkualitas dan memperkaya sastra Indonesia,” katanya.

Rizal menambahkan, sastra Banjar merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan Selatan. Melalui pantun, madihin, dan syair, tersimpan berbagai pesan moral tentang kehidupan, etika, gotong royong, hingga kecintaan terhadap daerah dan bangsa.

Karena itu, ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni sastra agar warisan budaya daerah tetap hidup dan berkembang mengikuti zaman.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kecintaan terhadap seni sastra semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda, sehingga warisan budaya ini tetap berkembang tanpa kehilangan nilai jati dirinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis, mengapresiasi pelaksanaan MTN Bidang Seni dan Budaya di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem seni budaya yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, satuan pendidikan, industri, dan berbagai mitra lainnya.

“MTN menjadi platform bersama bagi pemerintah, komunitas, satuan pendidikan, industri, dan mitra internasional untuk membangun ekosistem seni budaya yang lebih sehat, terbuka, dan berkelanjutan,” ujar Annisa.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus memperkuat ekosistem sastra sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pemetaan ekosistem sastra, pengembangan laboratorium penerjemah dan promotor sastra, penerjemahan karya sastra klasik, hingga dukungan terhadap komunitas sastra.

Melalui MTN Bidang Seni dan Budaya, pemerintah juga terus mendorong regenerasi ribuan talenta sastra agar kesempatan berkembang bagi seniman muda semakin terbuka di berbagai daerah.

Dengan hadirnya program tersebut di Kalimantan Selatan, sastra Banjar diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan kreatif yang membawa nama daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

banner 336x280