Reading Time: 2 minutes

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Memasuki musim penghujan, Kota Banjarbaru tidak ingin kejadian banjir besar kembali terjadi lagi pada awal tahun 2021 lalu. Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas PUPR Kota Banjarbaru terus melakukan normalisasi sungai dititik yang sering terjadinya banjir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Banjarbaru Subrianto mengatakan bahwa, diwilayah Cempaka sering terjadi banjir akibat curah hujan yang tinggi hingga membuat air sungai meluap.

“Kami sudah melakukan normalisasi sungai basung, dan saat ini yang masih dalam proses adalah sungai dadap bangkal ke parit besar sampai ke banyu irang,” katanya, Kamis (21/10/2021).

Selain diwilayah Cempaka, lanjut Subri, sungai guntung manggis juga sudah dilakukan normalisasi sebelumnya.

Dijelaskan Subri, wilayah Guntung Manggis juga bisa dikatakan daerah yang rawan akan banjir. Sering terjadi genangan air di perumahan warga sekitar.

“Selain menormalisasi, kami juga sudah memperbaiki siring di sungai yang rusak akibat banjir besar lalu,” ucapnya.

Masih kata Subri, pihak nya juga akan membangun kembali embung didaerah Cempaka Gunung Kupang pada tahun 2023 nanti.

“Saat ini kami dalam proses penjajakan lahan dengan luas 2 hingga 3 hektare, untuk pembuatan embung tersebut,” kata Subri.

Selain Dinas PUPR Kota Banjarbaru, garda terdepan dalam penanganan bencana, BPBD Kota Banjarbaru juga telah menyiapkan peralatan jika terjadinya banjir.

“Kami sudah menyiapkan seluruh peralatan, terutama lima perahu karet,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie.

Dikatakan Zaini, selain terjadinya banjir juga rentan terjadinya angin puting beliung. Masyarakat diminta agar terus waspada dalam kondisi seperti saat ini.

“Banjarbaru sudah masuk dalam kategori siaga. Warga penduduk sekitaran sungai agar bisa harus lebih waspada jika terjadinya luapan air sungai,” ujar Zaini. (Randi/Rudy Azhary)