Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com — Upaya Kalimantan Selatan dalam menurunkan emisi mendapatkan apresiasi global. Pekan lalu, Kamis (27/11), Pemprov Kalsel resmi memulai penanaman pohon yang didanai skema internasional Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2.
Dana yang disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) tersebut merupakan insentif atas keberhasilan Kalsel mengurangi emisi karbon pada periode 2014–2016. Penyaluran dana ini juga sesuai dengan SK Menteri LHK Nomor 1398/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2023.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan pembiayaan RBP REDD+ GCF mencakup rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), pengamanan hutan, pengendalian karhutla, serta bantuan sarana produktif untuk perhutanan sosial dan Kampung Iklim (Proklim).
“Untuk rehabilitasi hutan dan lahan, dilaksanakan pada Areal Penggunaan Lain (APL) atau di luar kawasan hutan sesuai dengan kewenangan Dinas Kehutanan,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (4/12/2025).
Lokasi tersebut berada di tanah milik Pemprov di Banjarbaru, serta lahan masyarakat di Kabupaten Banjar, Kotabaru, Balangan, dan Hulu Sungai Utara. Penentuan lokasi diawali dengan ground check, memastikan kondisi tutupan lahan dan kesiapannya untuk ditanami.
Pada areal pemerintah seluas 300 hektare, saat ini didominasi tanaman karet tidak produktif dan semak belukar. Dari luasan itu, 100 hektare menjadi fokus penanaman tahap awal.
“Sebanyak 47,40 hektare dibersihkan untuk ditanami MPTS (Multi Purpose Trees Species) berupa pohon buah-buahan seperti mangga, manggis, alpukat, matoa, cempedak, nangka, dan kuini,” terangnya.
Sementara 52,60 hektare lainnya dibersihkan dengan metode strip jalur tanpa penebangan pohon. Area ini akan ditanami jenis Eucalyptus dan Ulin.
Menurut Fathimatuzzahra, pengelolaan lahan yang selama ini tidak memberikan nilai ekonomi optimal menjadi sasaran utama dari program ini.
“Dengan menanam tanaman kehutanan dan MPTS yang sesuai, lahan tersebut akan menjadi lebih produktif, memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat ekologi dalam jangka panjang,” tegasnya.
















































