Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Berawal dari menanam sayuran untuk kebutuhan sendiri, Kelompok Wanita Tani (KWT) Gusti Seman di Jalan Veteran, Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin, kini memiliki peluang mengembangkan hidroponik menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga.
Potensi tersebut mendapat dukungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Wanita Tani Tahun 2026, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini tidak hanya membekali anggota kelompok dengan pengetahuan penanganan pascapanen dan kemitraan pemasaran, tetapi juga mendorong agar hasil budidaya sayuran hidroponik memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengapresiasi KWT Gusti Seman yang telah menjalankan budidaya hidroponik dan beberapa kali melakukan panen.
“Ini adalah kelompok wanita tani yang mencoba melakukan kegiatan penanaman sayuran melalui hidroponik. Mereka sudah melakukannya dan sudah beberapa kali panen. Ini luar biasa,” kata Syamsir.
Menurutnya, budidaya hidroponik memberikan manfaat ganda. Selain membantu keluarga memenuhi kebutuhan sayuran tanpa harus selalu membeli di pasar, hasil panen juga berpotensi menjadi sumber penghasilan apabila produksi dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kalau mereka bisa mengusahakan banyak, mereka bisa menjual,” jelasnya.
Dibekali Sarana hingga Akses Pemasaran
Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, DPKP Kalsel memberikan pembekalan sekaligus memfasilitasi sarana pendukung berupa kemasan plastik, timbangan, keranjang panen, serta pupuk atau nutrisi tanaman hidroponik.
Dukungan ini diharapkan membantu kelompok menjaga kualitas sayuran setelah dipanen, memperbaiki penanganan produk, dan meningkatkan daya saing hasil produksi.
Anggota KWT juga mendapatkan materi kemitraan pemasaran agar hasil panen memiliki peluang menjangkau konsumen lebih luas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Syamsir menambahkan, ketersediaan sayuran di tingkat keluarga turut mendukung pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan asupan makanan sehat untuk tumbuh kembang.
Ia berharap kelompok wanita tani dapat terus berkembang di desa, kelurahan, hingga lingkungan rukun tetangga sehingga semakin banyak perempuan memiliki kesempatan berusaha melalui sektor pertanian.
Melalui penguatan keterampilan, sarana produksi, dan akses pemasaran, KWT Gusti Seman diharapkan mampu mengembangkan hidroponik menjadi kegiatan produktif yang mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.











































