by

POSYANDU TAK LAGI HANYA URUS BALITA, KADER DI KALSEL DITUNTUT LAYANI SEMUA KELOMPOK USIA

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kalimantan Selatan terus diperkuat. Tak lagi sebatas melayani ibu hamil, bayi, dan balita, Posyandu kini didorong menjadi pusat pelayanan berbasis masyarakat yang menjangkau seluruh kelompok usia, dari anak-anak hingga lanjut usia.

banner 336x280

Perluasan peran tersebut menuntut kader Posyandu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas. Karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar orientasi kader untuk memperkuat pemahaman mengenai tugas, fungsi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, mengatakan Posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan yang memiliki posisi strategis dalam mendekatkan pelayanan sosial dasar kepada masyarakat.

“Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui Posyandu, pelayanan kesehatan dapat diakses lebih mudah oleh seluruh kelompok sasaran,” ujar Diauddin di Banjarmasin, 22 Oktober 2026.

Menurutnya, pelayanan Posyandu mencakup berbagai tahapan siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, kelompok usia produktif, hingga lanjut usia.

Selain bidang kesehatan, Posyandu juga memiliki peran dalam mendukung lima bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) lainnya, yakni pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Perluasan cakupan itu membuat kader perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjalankan tugas sesuai kebutuhan masyarakat. Mereka bukan hanya membantu pelaksanaan pelayanan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.

“Kader Posyandu bukan sekadar membantu pelaksanaan kegiatan pelayanan, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader harus terus dilakukan,” tegasnya.

Diauddin mengakui, memberdayakan Posyandu agar dapat menjalankan seluruh perannya secara optimal membutuhkan proses pembinaan berkelanjutan. Dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta partisipasi masyarakat juga diperlukan agar pelayanan berbasis komunitas dapat berjalan efektif.

Ia menilai kompetensi dan kesungguhan kader menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemberdayaan Posyandu. Melalui orientasi tersebut, para kader diharapkan semakin memahami tanggung jawabnya dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas serta menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Diauddin juga menyampaikan apresiasi kepada para kader yang selama ini telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Keterlibatan aktif masyarakat melalui kader Posyandu menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dengan penguatan kapasitas kader dan optimalisasi fungsi Posyandu, Dinas Kesehatan Kalsel berharap pelayanan berbasis masyarakat semakin inklusif dan mampu memenuhi kebutuhan warga pada setiap tahapan kehidupan.

banner 336x280