BANJARBARU, SuratKabarDigital.com – Keselamatan di lingkungan rumah sakit tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis. Pengelola usaha dan petugas tenant yang beraktivitas di dalam kawasan rumah sakit juga dituntut memahami prosedur keselamatan, terutama ketika menghadapi situasi darurat.
Menyikapi hal tersebut, manajemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi bagi pengelola dan petugas tenant, Selasa (27/10/2026), bertempat di Aula Manajemen RSD Idaman.
Kegiatan ini membekali peserta dengan sejumlah materi penting, mulai dari pencegahan dan penanggulangan kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi, Bantuan Hidup Dasar (BHD), hingga Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, MMRS, mengatakan bahwa pemahaman mengenai keselamatan harus dimiliki seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan rumah sakit, bukan hanya tenaga kesehatan.
“Keselamatan di lingkungan rumah sakit merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh petugas, termasuk pengelola dan petugas tenant, harus memahami langkah-langkah pencegahan serta prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Menurut Danny, lingkungan rumah sakit memiliki aktivitas yang cukup kompleks dengan kehadiran pasien, keluarga pasien, pengunjung, tenaga kesehatan, hingga pengelola berbagai fasilitas pendukung. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapsiagaan seluruh unsur untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko.
Ia menegaskan, sosialisasi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan penyampaian materi, tetapi diharapkan mampu membangun kesadaran dan kebiasaan menerapkan standar keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin pengetahuan yang diberikan melalui sosialisasi ini benar-benar diterapkan di lapangan. Jangan sampai ketika terjadi keadaan darurat, petugas justru kebingungan karena tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Kesiapan sejak awal menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Materi pencegahan kebakaran dan penggunaan APAR menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran serta prosedur evakuasi untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan manusia.
Selain itu, materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) juga diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pertolongan awal dalam kondisi kegawatdaruratan.
Sementara materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) diarahkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan mencegah risiko penularan infeksi di lingkungan rumah sakit.
Danny berharap, melalui pembekalan tersebut, seluruh pengelola dan petugas tenant semakin memahami peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, bersih, dan nyaman.
“Rumah sakit yang aman tidak hanya dilihat dari kualitas pelayanan medisnya, tetapi juga dari bagaimana seluruh lingkungan dan aktivitas di dalamnya dikelola dengan memperhatikan aspek keselamatan. Kami berharap seluruh pihak memiliki kepedulian dan komitmen yang sama,” tambahnya.















































