Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Mempertahankan predikat akreditasi Paripurna bukan sekadar target bagi Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini mulai menguji kesiapan seluruh lini pelayanan melalui simulasi survei akreditasi, sebelum menghadapi penilaian resmi pada November 2026.
Simulasi yang bekerja sama dengan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) tersebut dilaksanakan pada 28 dan 30 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah evaluasi menyeluruh untuk memastikan standar mutu, keselamatan pasien, serta kualitas pelayanan tetap terjaga.
Ketua Akreditasi RSD Idaman, dr. Sugondo, menjelaskan simulasi tersebut tidak hanya bertujuan mengukur kesiapan rumah sakit, tetapi juga menemukan berbagai aspek yang masih membutuhkan pembenahan sebelum survei akreditasi sesungguhnya.
Menurutnya, keterlibatan surveyor eksternal penting untuk memberikan penilaian secara objektif sekaligus masukan berdasarkan standar akreditasi terbaru.
Dalam simulasi tersebut, LARS DHP menugaskan dua surveyor, yakni DR. dr. Endah Woro Utami, MMRS., FISQua dan H. Mahyudin, S.Kep., Ns., M.M., FISQua.
Rangkaian simulasi dilaksanakan melalui kombinasi daring dan luring. Pada 28 September, kegiatan diawali dengan penelusuran dokumen melalui Zoom. Selanjutnya, pembukaan secara luring dilaksanakan pada 30 September, dilanjutkan penelusuran lapangan ke sejumlah unit pelayanan pada 1 Oktober 2026.
Penilaian mencakup kelengkapan dokumen, proses pelayanan, hingga penerapan standar akreditasi dalam aktivitas operasional rumah sakit.
Dewan Pengawas RSD Idaman, H. Darmawan Jaya Setiawan, saat pembukaan kegiatan menegaskan bahwa peran Dewan Pengawas tidak hanya sebatas menjalankan fungsi pengawasan. Lebih dari itu, Dewan Pengawas juga berkewajiban memberikan dukungan terhadap pencapaian visi dan misi rumah sakit.
Ia menyebut, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan Kota Banjarbaru, yakni EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).
Sementara itu, Direktur RSD Idaman, dr. Danny Indrawardhana, MMRS, mengatakan hasil simulasi akan menjadi tolok ukur objektif untuk mengetahui sejauh mana kesiapan rumah sakit menghadapi penilaian resmi.
Melalui mekanisme self-assessment, pihaknya ingin memastikan seluruh indikator penilaian telah terpenuhi sesuai standar terbaru. Hasil evaluasi juga diharapkan menunjukkan capaian di atas batas minimal sehingga menjadi modal menghadapi survei akreditasi November mendatang.
“Target dan harapan terbesar kami adalah RSD Idaman dapat kembali meraih predikat Paripurna. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kota Banjarbaru,” ujarnya.
Danny menegaskan, upaya mempertahankan predikat tertinggi akreditasi tersebut bukan semata-mata mengejar pengakuan kelembagaan. Lebih penting, hal itu merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin merasakan peningkatan kualitas layanan kesehatan serta kepuasan saat mendapatkan pelayanan di RSD Idaman Banjarbaru.









































