by

GUBERNUR MUHIDIN DUKUNG ALAT DETEKSI DINI KARHUTLA DAN PEMBENTUKAN CRISIS CENTER ULM

banner 468x60

Kalimantan Selatan, Suratkabardigital.com – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengapresiasi sekaligus memberikan dukungannya terhadap penggunaan alat deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hasil pengembangan inovasi di salah satu Politeknik di Kalimantan Selatan dalam rangka penanganan masalah kebakaran. Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Muhidin, Senin (26/10/2026), saat dirinya menghadiri dialog bertajuk Silaturahmi Kamtibmas Forkopimda dan Perguruan Tinggi Negeri/ Swasta guna mendukung pendidikan unggul dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. Dialog digelar di salah satu hotel di Kota Banjarmasin dan dihadiri Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.


Alat yang dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV, sensor pendeteksi kualitas udara/ asap serta konetivitas jaringan khusus tersebut disampaikan salah seorang peserta dialog dan langsung direspon positif Gubernur dan Kapolda. Bahkan, Gubernur juga mengajak pihak terkait segera melakukan uji coba guna mengetahui efektivitas alat tersebut.

banner 336x280

Masih dikatakan Gubernur Muhidin, alat deteksi karhutla ini sudah dilengkapi kamera dan sensor yang memantau tanda-tanda visual serta udara secara real time. Jika terdeteksi indikasi asap atau titik api, sistem langsung mengirimkan notifikasi peringatan dini ke pusat monitoring agar tim lapangan dapat segera merespon sebelum api meluas.  Perangkat ini, masih kata Gubernur, dirancang menggunakan sistem pembangkit tenaga surya, sehingga dapat ditempatkan di area pekebunan maupun hutan terpencil yang tidak memiliki akses listrik PLN.

Gubernur Muhidin juga merespon positif pembentukan Crisis Center ULM sebagai pusat informasi, komando, atau layanan khusus yang dibentuk untuk menangani suatu keadaan darurat, krisis, atau bencana secara tepat, terpadu dan terkoodinasi. Pada kesempatan, Gubernur mengapresiasi jajaran Polda Kalsel yang telah menggagas dialog bertajuk silaturahmi Forkompinda dan perguruan tinggi negeri/ swasta ini.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, dari pertemuan tersebut dimaksudkan agar ada kesamaan visi dan misi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, situasi Kamtibmas bukan tanggungjawab kepolisian saja, tetapi seluruh unsur masyarakat, mulai dari Forkompimda, akademisi, perguruan tinggi dan lainnya.  Menurutnya, situasi global saat ini sedikit banyak berdampak pada kondisi sosial, ekonomi maupun politik di tanah air, termasuk di Kalimantan Selatan.

Kapolda juga mengajak semua pihak menjaga situasi Kalsel tetap kondusif, dan segala penyampaikan aspirasi dilakukan dengan tertib dan damai. Menurutnya, disinyalir ada pihak atau kelompok yang berusaha memprovokasi massa saat melakukan aksi unjuk rasa agar berbuat anarkis. Dalam hal ini, menurut Kapolda, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam upaya menjaga kamtibmas.

“Saya berharap sinergi Forkopimda dan perguruan tinggi terus terjalin dan melahirkan solusi yang lebih baik bagi kemajuan Banua Kalimantan Selatan,” kata Kapolda.

Silaturahmi ini, selain dihadiri Gubernur Kalsel dan Kapolda Kalsel, turut hadir Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, para Rektor/ Ketua Perguruan Tinggi Negeri/ Swasata se-Kalimantan Selatan. (Rudy Azhary, red).

banner 336x280