BANJARBARU, Suratkabardigital.com – Memasuki musim penghujan, potensi genangan air di sejumlah ruas jalan menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru. Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan adalah memastikan lubang tangkapan air pada saluran drainase tidak tersumbat agar limpasan air hujan bisa mengalir dengan lancar.
Melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru, pembersihan dilakukan di sepanjang Jalan Panglima Batur, Selasa (3/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sekitar 131 titik lubang tangkapan air yang tertutup sebagian hingga seluruhnya. Titik-titik tersebut membentang dari kawasan depan Balai Kota hingga Bundaran Tugu Toga Banjarbaru.
Material yang menyumbat cukup beragam, mulai dari tumpukan tanah, pasir, dedaunan kering hingga bongkahan semen yang menutupi sela-sela besi berongga pada tangkapan air.
Sebanyak tiga petugas Bidang SDA Dinas PUPR Banjarbaru diterjunkan untuk membersihkan sumbatan tersebut. Pekerjaan difokuskan pada jalur poros Jalan Panglima Batur, mulai dari Bundaran STM hingga Simpang Empat Samsat dan Kantor Pos.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Muhammad Deny Pramudji, mengatakan pembersihan dilakukan sebagai upaya memperlancar aliran air permukaan ketika hujan turun, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Teman-teman mulai mengerjakan tangkapan air drainase di daerah Panglima Batur dari pagi tadi,” ujarnya.
Menurut Deny, langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan yang mulai berlangsung di Kalimantan Selatan berdasarkan prediksi BMKG.
Namun, upaya mengurangi risiko genangan tidak cukup hanya mengandalkan pembersihan saluran drainase di jalan-jalan utama. Kondisi saluran air di lingkungan permukiman juga membutuhkan perhatian masyarakat.
Karena itu, Deny mengimbau warga Banjarbaru agar turut menjaga kebersihan lubang tangkapan air maupun saluran drainase di kawasan tempat tinggal masing-masing.
Ia mengingatkan tumpukan sampah, tanah dan material lainnya yang dibiarkan menumpuk dapat menghambat aliran air dan berpotensi memicu genangan ketika hujan deras.
“Ini sudah memasuki musim penghujan ya. Harapan kami dari masyarakat turut berpartisipasi juga menjaga masing-masing lingkungannya,” tutupnya.
Pembersihan tersebut diharapkan dapat membantu mengoptimalkan fungsi drainase, khususnya di Jalan Panglima Batur. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar saluran air tetap berfungsi dan risiko genangan dapat diminimalkan.










































