Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan mendorong digitalisasi pengelolaan data hortikultura melalui penerapan aplikasi Statistik Pertanian Hortikultura berbasis web (SPH-CAWI).
Aplikasi ini mulai dioptimalkan oleh mantri tani dan penyuluh di kabupaten/kota guna menggantikan metode pencatatan manual yang dinilai kurang efisien dan rawan perbedaan data.
Menurut Kepala Bidang Hortikultura, Amir Salhan, penggunaan SPH-CAWI diharapkan mampu meningkatkan akurasi serta mewujudkan keseragaman data pertanian dari daerah hingga pusat, termasuk dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Tahun 2026 menjadi tahap awal penerapan lebih luas, dengan pembekalan teknis bagi petugas lapangan untuk penginputan data secara online.
Selain itu, pemerintah daerah juga tetap mendorong pengembangan komoditas hortikultura strategis seperti cabai, bawang, dan buah unggulan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran yang berpotensi memengaruhi produksi.
Melalui langkah ini, Pemprov Kalsel menargetkan sistem data pertanian yang lebih akurat, terintegrasi, dan mendukung kebijakan yang tepat sasaran.
















