by

BOCAH 8 TAHUN DITEMUKAN TEWAS TENGGELAM DI KOLAM PEMANCINGAN BANJARBARU

banner 468x60

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Duka menyelimuti warga Komplek Citra Garden City, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun, Muhammad Athaillah Raufa, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam pemancingan perumahan, Kamis (29/1/2026) siang.

banner 336x280

Peristiwa memilukan itu terungkap sekitar pukul 13.00 Wita, ketika seorang warga yang melintas melihat tubuh bocah tersebut mengapung di permukaan kolam. Temuan itu sontak mengundang perhatian warga dan segera dilaporkan ke petugas keamanan perumahan.

Korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Al-Mansyur Banjarbaru. Namun, upaya penyelamatan tak membuahkan hasil. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi menjelaskan, pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban menunjukkan ciri khas tenggelam, seperti keluarnya cairan dari hidung dan mulut serta lebam di bagian belakang telinga hingga leher akibat benturan,” ungkap Kardi.

Dari hasil penyelidikan, kolam pemancingan tersebut merupakan fasilitas umum perumahan dengan kedalaman sekitar 1,5 meter dan tidak dilengkapi pagar pengaman, sehingga mudah diakses siapa saja, termasuk anak-anak.

Fakta lain yang terungkap, sebelum kejadian korban diketahui berada di PAUD Mata Najwa, yang juga berfungsi sebagai tempat penitipan anak berkebutuhan khusus. Diduga, korban keluar dari lingkungan sekolah melalui jendela ruang makan yang tidak dipasangi teralis.

Polisi menemukan jejak kaki yang mengarah dari area sekolah menuju kolam pemancingan. Beberapa saksi juga menyebut sempat melihat korban berjalan cepat ke arah kolam dan tidak merespons ketika ditegur.

“Kami memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa ini. Korban merupakan anak berkebutuhan khusus dengan kondisi autisme dan memiliki ketertarikan kuat terhadap air,” tambah Kardi.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak menempuh jalur hukum terhadap pihak sekolah.
(Randi, red)

banner 336x280