Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Kasus dugaan begal payudara yang menimpa seorang santriwati di kawasan Sungai Sipai, Martapura, hingga kini masih dalam penyelidikan. Kepolisian mengakui belum berhasil mengidentifikasi pelaku karena minimnya saksi dan alat bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.45 Wita di kawasan pertigaan Sungai Sipai, dekat sebuah angkringan pada beberapa waktu lalu. Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah korban mengalami trauma berat.
Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli, melalui Kasat Reskrim, AKP Rifandy Purnayangkara Putra, mengatakan pihaknya langsung mengatensi kasus tersebut setelah menerima laporan dari korban.
“Kami sudah melakukan pengecekan TKP dan penyelidikan di sekitar lokasi. Namun sampai saat ini kami masih terkendala kurangnya saksi dan alat bukti yang bisa mengarah kepada pelaku,” ujarnya.
Menurut Rifandy, penyidik masih berupaya mencari saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. Keterangan saksi dinilai penting untuk membantu mengungkap identitas pelaku.
“Kami masih berusaha mencari alat bukti dan saksi-saksi pada saat kejadian. Mudah-mudahan ada petunjuk yang bisa mengarahkan kepada pelaku,” katanya.
Disamping itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Terlebih untuk perempuan saat malam hari dan dini hari.
“Kami mengimbau perempuan maupun anak-anak agar sebisa mungkin tidak bepergian sendiri dan ada yang mendampingi, sehingga apabila terjadi sesuatu ada yang bisa membantu atau menjadi saksi,” tutup Rifandy.











