by

BALITA 3 TAHUN MENINGGAL DUNIA, DIDUGA DIANIAYA IBU KANDUNG HINGGA DISIRAM AIR PANAS

banner 468x60

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Kasus kematian balita perempuan berusia tiga tahun di Kota Banjarbaru menyita perhatian publik. Pasalnya, ibu kandung korban kini diamankan polisi setelah muncul dugaan keterlibatannya dalam kematian sang anak.

banner 336x280

Korban berinisial NS ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Kasturi 2, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Landasan Ulin. Balita tersebut diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri berinisial S.

Korban diduga mengalami kekerasan fisik hingga meninggal dunia. Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, balita tersebut diduga sempat disiram air panas sebelum mengembuskan napas terakhir.

Saat ini, ibu korban yang berinisial S telah diamankan aparat kepolisian dan menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Liang Anggang.

Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan, membenarkan penanganan kasus tersebut. Ia menjelaskan, kasus itu terungkap setelah pihak keluarga mencurigai penyebab kematian korban dan melaporkannya kepada polisi.

“Betul. Setelah korban dikebumikan, keluarga melapor ke Polsek karena menemukan adanya kejanggalan,” ujar Kompol Heru Setiawan, Sabtu (6/6/2026).

Menerima laporan tersebut, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjadwalkan proses ekshumasi atau pembongkaran makam guna kepentingan autopsi.

“Kita laksanakan autopsi. Kami masih mendalaminya untuk melakukan penyidikan,” katanya.

Menurut Heru, proses penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta motif yang melatarbelakangi dugaan penganiayaan tersebut.

Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan rinci terkait hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku maupun alat bukti yang telah dikumpulkan.

“Informasi lebih lanjut nanti menunggu dari Bapak Kapolres setelah kami mendapatkan alat bukti dan mendalami motifnya,” tambahnya.

Di balik proses hukum yang berjalan, keluarga korban masih diliputi kesedihan mendalam. Tante korban, Husnul Khotimah, mengaku pihak keluarga sebenarnya sudah lama mengkhawatirkan kondisi NS sejak tinggal bersama ibu dan ayah sambungnya.

“Mamahnya menikah lagi, jadi korban ikut mamah dan ayah sambungnya,” ungkap Husnul.

Ia mengatakan keluarga pernah berupaya mengambil alih pengasuhan NS karena khawatir terhadap kondisi sang anak. Namun keinginan tersebut ditolak oleh ibu korban.

“Dulu kami pernah mau merawat anaknya, tapi ditahan oleh mamanya. Katanya dia sanggup merawat anaknya sendiri,” tuturnya.

Harapan keluarga untuk melihat NS tumbuh besar pupus setelah balita tersebut pulang dalam kondisi tidak bernyawa. Keluarga juga mengaku menemukan sejumlah luka yang menimbulkan kecurigaan hingga akhirnya melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

“Anaknya cantik, ceria, dan aktif seperti anak seusianya. Semoga pelaku mendapat hukuman yang setimpal dan keponakan kami tenang di sisi-Nya,” ucap Husnul.

Kini, keluarga menanti hasil autopsi yang diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian NS sekaligus memberikan kejelasan atas peristiwa tragis yang mengguncang warga Banjarbaru tersebut.

banner 336x280