by

PAPARAN ASAP KARHUTLA ANCAM SALURAN PERNAPASAN, RSUD RATU ZALECHA BERI TIPS PENCEGAHAN

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau membuat masyarakat diimbau lebih waspada terhadap dampak asap, terutama bagi anak-anak dan penderita penyakit pernapasan.

banner 336x280

Promosi Kesehatan RSUD Ratu Zalecha Martapura, Dwiretma Sushanty Arsini, mengatakan paparan asap karhutla dapat memicu gangguan saluran pernapasan, mulai dari batuk, sesak napas hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Asap hasil pembakaran sangat berisiko mengganggu saluran pernapasan. Keluhan yang sering muncul antara lain batuk, sesak napas, hingga ISPA,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma harus lebih berhati-hati karena asap dapat memicu kambuhnya penyakit tersebut.

“Kalau memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya, paparan asap bisa memicu kekambuhan sehingga pernapasan menjadi semakin terganggu,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara dipenuhi asap akibat kebakaran lahan.

Selain itu, masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pagi hari, karena pada waktu tersebut asap biasanya masih berkumpul dan menyelimuti udara.

“Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker dan usahakan menghindari lokasi yang asapnya tebal. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar saat pagi hari ketika kabut asap masih pekat,” katanya.

Dwiretma menambahkan, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa.

“Anak-anak sangat rentan terpapar asap. Dampaknya bisa berupa batuk, sesak napas hingga ISPA. Karena itu, orang tua perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah saat kualitas udara memburuk,” pungkasnya.

banner 336x280