by

ANTIBIOTIK TAK BISA SEMBUHKAN FLU, RSUD RAZA PERINGATKAN ANCAMAN BAKTERI KEBAL OBAT

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Kebiasaan masyarakat mengonsumsi antibiotik secara sembarangan saat mengalami flu masih menjadi perhatian serius tenaga kesehatan. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru dapat memicu resistensi atau kekebalan bakteri terhadap obat.

banner 336x280

Apoteker RSUD Ratu Zalecha (Raza) Martapura, Rina Astiani, mengingatkan bahwa flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, sehingga tidak memerlukan antibiotik sebagai pengobatan utama.

Menurutnya, banyak masyarakat masih keliru menganggap antibiotik sebagai obat segala penyakit, termasuk flu dan batuk biasa. Padahal, penggunaan antibiotik tanpa indikasi infeksi bakteri bisa berdampak jangka panjang bagi kesehatan.

“Flu itu disebabkan oleh virus dan sebenarnya bisa sembuh sendiri dengan istirahat yang cukup. Kalau pun diobati, seharusnya menggunakan obat pereda gejala atau antivirus bila diperlukan, bukan antibiotik,” ujar Rina, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, antibiotik hanya diperuntukkan bagi penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Karena itu, penggunaan antibiotik pada penyakit nonbakteri dinilai tidak tepat dan berisiko menimbulkan resistensi.

Rina menuturkan, resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap obat yang sebelumnya efektif digunakan. Akibatnya, saat seseorang benar-benar mengalami infeksi bakteri, antibiotik yang biasa dipakai tidak lagi mampu bekerja secara optimal.

“Kalau antibiotik digunakan tanpa indikasi infeksi bakteri, nantinya saat terkena infeksi, obat tersebut bisa tidak mempan lagi karena bakterinya sudah kebal,” jelasnya.

Kondisi itu, lanjut Rina, membuat pasien harus menggunakan antibiotik dengan tingkatan yang lebih tinggi dan lebih kuat untuk mengatasi infeksi yang sama. Selain lebih sulit didapat, antibiotik tingkat lanjut juga umumnya memiliki harga yang jauh lebih mahal.

“Biasanya antibiotik umum masih terjangkau. Tapi kalau sudah naik kelas, harganya tentu lebih mahal,” katanya.

RSUD Raza sendiri mulai aktif memberikan edukasi kepada pasien terkait bahaya penggunaan antibiotik sembarangan. Namun, menurut Rina, sosialisasi kepada masyarakat luas masih perlu diperkuat agar kesadaran penggunaan obat sesuai anjuran tenaga medis semakin meningkat.

Ia berharap masyarakat tidak lagi membeli atau mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter, terutama hanya karena mengalami flu atau demam ringan.

“Penggunaan antibiotik harus tepat dan sesuai indikasi medis, supaya efektivitas obat tetap terjaga dan tidak menimbulkan masalah kesehatan baru di kemudian hari,” tandasnya.

banner 336x280