Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – RSUD Ratu Zalecha (Raza) Martapura mencatatkan prestasi membanggakan setelah meraih penghargaan WSO Angels Awards Q4 2025 dengan status tertinggi, diamond.
Penghargaan dari World Stroke Organization (WSO) tersebut menempatkan RSUD Raza sebagai salah satu rumah sakit dengan layanan penanganan stroke terbaik, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Konsultan Pelayanan Stroke area Kalimantan dan Sulawesi, dr. Fransisca Krisrina, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada rumah sakit yang menunjukkan komitmen luar biasa dalam penanganan stroke akut.
“RSUD Ratu Zalecha merupakan rumah sakit siaga stroke (stroke ready hospital) dengan pencapaian tertinggi, yakni diamond status. Saat ini, baru tiga rumah sakit di Kalimantan dan Sulawesi yang meraih penghargaan ini,” ujarnya.
Tiga rumah sakit tersebut seluruhnya berada di Kalimantan Selatan, yakni RSUD Ratu Zalecha Martapura, RS Hasan Basri Kandangan, dan RSUD Ulin Banjarmasin.
Ia menambahkan, indikator utama penilaian adalah kecepatan penanganan pasien stroke, khususnya waktu door to needle, yaitu rentang waktu sejak pasien tiba di IGD hingga mendapatkan terapi.
“Di RSUD Raza, persentase pasien yang mendapatkan terapi trombolitik sudah di atas 25 persen. Ini sangat baik, mengingat rata-rata nasional masih sekitar 15 persen,” jelasnya.
Sementara itu, dokter spesialis saraf RSUD Raza, dr. Deddy Hermawan, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja tim lintas sektor di rumah sakit.
“Ini bukan hanya kerja dokter saraf, tapi kerja tim dengan dukungan manajemen yang baik. Setelah melalui proses panjang, tahun ini kami bisa menjalankan layanan stroke secara optimal dan langsung meraih penghargaan tertinggi,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap golden time penanganan stroke, yakni 1–2 jam sejak gejala muncul.
“Semakin cepat pasien datang ke rumah sakit, peluang sembuh tanpa kecacatan akan semakin besar,” tegasnya.
Disamping itu, Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman, mengaku capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya penanganan stroke.
Menurutnya, penghargaan tersebut diberikan oleh lembaga independen dengan standar internasional, sehingga menjadi bukti kualitas layanan yang dimiliki RSUD Raza.
“Ini bukan hanya capaian rumah sakit, tapi harapan kami bisa mendorong terbentuknya daerah siaga stroke di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda penanganan saat mengalami gejala stroke, seperti kebas, sulit berbicara, atau kelemahan anggota tubuh.
“Jangan ditangani dengan pijat atau metode lain. Segera ke rumah sakit agar bisa mendapatkan terapi yang tepat dalam golden time,” tegasnya.










































