Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com — Pergantian tongkat komando di Polres Banjar dari AKBP dr. Fadli kepada AKBP Boni Ariefianto tidak hanya membawa wajah baru di tubuh kepolisian. Bagi insan pers, pergantian tersebut juga menjadi momentum untuk membenahi pola komunikasi yang selama ini dinilai masih menyisakan jarak.
Forum Jurnalis Banjar (FJB) secara terbuka menitipkan harapan kepada AKBP Boni Ariefianto agar tidak mengulang persoalan komunikasi yang menjadi catatan sejumlah wartawan selama kepemimpinan AKBP dr. Fadli.
Ketua FJB, Fahmi De Musta, menyebut mutasi di tubuh Polri merupakan hal biasa. Namun, sekitar 1,5 tahun kepemimpinan AKBP dr. Fadli meninggalkan sejumlah catatan dari kalangan media, khususnya terkait komunikasi dengan pimpinan kepolisian.
“Mutasi di luar Polri itu biasa. Namun selama Pak Kapolres Fadli menjabat, ada beberapa catatan yang masuk dari teman-teman media kepada saya,” ujar Fahmi.
Menurut Fahmi, persoalannya bukan pada kinerja pengungkapan kasus. Justru dalam hal tersebut, Polres Banjar dinilai memiliki capaian positif karena cukup cepat menyampaikan hasil pengungkapan perkara kepada publik.
Yang menjadi sorotan adalah bagaimana akses komunikasi antara wartawan dan pimpinan kepolisian dibangun.
“Yang menjadi perbedaan itu soal keterbukaan. Kami berharap tidak ada jurang pemisah antara wartawan dengan pimpinan,” katanya.
Fahmi membandingkan pola komunikasi tersebut dengan sejumlah pimpinan kepolisian lain di Kalimantan Selatan yang dinilainya lebih responsif terhadap wartawan.
Ia mencontohkan komunikasi dengan Kapolda Kalsel, KapolrestaBanjarmasin maupun Kapolres Banjarbaru yang menurutnya lebih terbuka dan tidak membatasi komunikasi berdasarkan siapa wartawannya.
“Beliau-beliau itu sangat terbuka dengan media. Mau jam berapa pun dihubungi, komunikasinya tetap berjalan baik,” tuturnya.
Karena itu, pergantian Kapolres Banjar kini dinilai sebagai kesempatan untuk membuka kembali ruang komunikasi antara kepolisian dan pers.
FJB berharap AKBP Boni Ariefianto tidak hanya mempertahankan kecepatan Polres Banjar dalam menyampaikan pengungkapan kasus, tetapi juga memperbaiki sisi keterbukaan komunikasi dengan wartawan.
Harapannya sederhana: tidak ada sekat, tidak ada jarak, dan tidak ada perlakuan berbeda terhadap wartawan ketika menjalankan fungsi jurnalistik.
“Harapan kami sederhana, semoga Kapolres yang baru lebih terbuka, lebih merangkul media, dan membangun komunikasi yang lebih baik,” ucap Fahmi.











