Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Kebijakan efisiensi anggaran tidak menyurutkan langkah Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Banjar dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Sebaliknya, para kader kini dibekali kemampuan menyusun program yang realistis, terukur, dan mampu memperoleh dukungan anggaran di tingkat desa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kader Kesekretariatan Tahun 2026 yang digelar di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura, Senin (6/7/2026), dan dibuka langsung Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas.
Pelatihan mengangkat tema “Kader PKK Kuatkan 10 Program Pokok Melalui Perencanaan Desa Menuju Keluarga Berkualitas Wujudkan Indonesia Emas 2045.”
Nurgita mengatakan pelatihan tersebut merupakan usulan dari sekretariat TP PKK untuk memperkuat kapasitas kader dalam menyusun perencanaan program dan penganggaran desa sebagai penopang pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
“Usulan dari sekretariat kami terima agar dilaksanakan pelatihan terkait penyusunan program dan penganggaran di desa untuk mendukung program-program PKK, khususnya 10 Program Pokok PKK,” ujarnya.
Menurut Nurgita, kader sekretariat memiliki peran strategis sebagai motor administrasi yang mendukung kelompok kerja (Pokja) dalam merancang program yang tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga memiliki peluang untuk direalisasikan melalui dukungan anggaran.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia mengingatkan pentingnya menentukan skala prioritas agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita harus menyesuaikan dengan kondisi efisiensi. Tidak semua usulan dan program bisa dilaksanakan secara serentak, sehingga perlu menentukan prioritas yang benar-benar memberikan manfaat,” katanya.
Untuk memperkuat kemampuan peserta, TP PKK Kabupaten Banjar menghadirkan narasumber berpengalaman, salah satunya Santi Nurlaela, yang memberikan materi mengenai teknik penyusunan perencanaan dan penganggaran sesuai mekanisme pemerintah.
Melalui pelatihan tersebut, kader diharapkan mampu menyusun program yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah maupun desa.
Karena tingginya jumlah peserta dan luasnya wilayah Kabupaten Banjar, pelatihan dibagi menjadi dua angkatan. Angkatan kedua dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/7/2026).
Ke depan, TP PKK Kabupaten Banjar juga akan mengembangkan pelatihan coaching untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri kader saat menyampaikan gagasan di forum perencanaan pembangunan.
Selain itu, sinergi dengan pemerintah desa akan terus diperkuat melalui pelibatan unsur perencanaan desa dan kelurahan agar program PKK semakin terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Pada dasarnya kami adalah pelaksana di lapangan. Perencanaan dan pertanggungjawaban tetap berada pada leading sector masing-masing, baik pemerintah desa maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di tingkat kabupaten,” pungkas Nurgita.















