by

PUPR BANJARBARU SIAPKAN 13 PROYEK DRAINASE DAN NORMALISASI SUNGAI, FOKUS TEKAN BANJIR DI TITIK RAWAN

banner 468x60

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com — Keluhan warga soal genangan air dan ancaman banjir di sejumlah kawasan Kota Banjarbaru mulai mendapat perhatian serius. Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan sedikitnya 13 paket proyek drainase dan normalisasi sungai yang akan dikerjakan pada tahun 2026.

banner 336x280

Program tersebut menjadi bagian dari upaya besar Pemko dalam membenahi sistem tata air perkotaan, terutama di wilayah padat penduduk dan kawasan yang selama ini kerap terdampak luapan air saat hujan deras mengguyur.

Kepala Dinas PUPR Banjarbaru melalui Kabid SDA PUPR, Denny Pramuji, mengatakan dari total pekerjaan yang disiapkan, delapan paket difokuskan pada perbaikan drainase di sejumlah titik prioritas.

“Beberapa lokasi prioritas di antaranya berada di kawasan Jalan Jafri Zam-Zam, Loktabat Utara hingga arah Embung Guntung Jingah. Perbaikan dilakukan guna memperlancar saluran air yang selama ini kerap mengalami penyumbatan dan sedimentasi,” ujar Denny.

Menurutnya, buruknya aliran drainase menjadi salah satu penyebab munculnya genangan di beberapa kawasan permukiman. Karena itu, pembenahan saluran air dinilai penting agar air hujan dapat mengalir lebih cepat dan tidak menumpuk di lingkungan warga.

Selain pembenahan drainase, Pemko Banjarbaru juga menyiapkan lima paket pekerjaan normalisasi dan peningkatan sungai. Program tersebut mencakup peningkatan Sungai Gunung Kupang, rehabilitasi Sungai Kemuning, penanganan Sungai Peramuan Ujung, peningkatan Sungai Karet hingga kawasan Jalan Sapta Marga atau Jalan Karet.

Normalisasi sungai dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung aliran air, terutama saat curah hujan tinggi. Sedimentasi dan penyempitan badan sungai disebut menjadi persoalan utama yang selama ini memperlambat arus air dan memicu potensi banjir.

“Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir dan penataan sistem tata air kota agar lebih baik,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pemko juga mulai menyoroti kerusakan longsor siring di kawasan Jalan Ujung Murung, Kecamatan Cempaka. Penanganan lokasi tersebut direncanakan masuk dalam penganggaran murni tahun 2027 karena dinilai berpotensi mengganggu akses warga dan membahayakan lingkungan sekitar jika tidak segera diperkuat.

Dengan total 13 paket pekerjaan yang telah disiapkan, Pemko Banjarbaru berharap persoalan tata air di perkotaan dapat ditangani lebih maksimal, sekaligus memberi dampak nyata terhadap kenyamanan dan keamanan masyarakat saat musim hujan tiba.

banner 336x280

News Feed