by

PRA MUSRENBANG JADI PANGGUNG KOMITMEN, PEMKO BANJARBARU PERKUAT AKSI NYATA CEGAH STUNTING

banner 468x60

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com — Pemerintah Kota Banjarbaru terus mematangkan strategi dalam menjaga kualitas generasi masa depan melalui percepatan penanganan stunting. Komitmen ini ditegaskan dalam pembukaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (15/4/2026).

banner 336x280

Kegiatan yang dibuka langsung Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, ini menjadi forum strategis bagi 86 pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana intervensi gizi yang lebih terintegrasi. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari SKPD, camat, lurah, kepala puskesmas, hingga garda terdepan seperti Forum RT/RW dan kader Posyandu.

Turut hadir pula perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian Agama Banjarbaru, Forum Kota Sehat, serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Lisa Halaby menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi kronis, tetapi juga tantangan besar yang menentukan masa depan daerah.

“Anak-anak yang tumbuh sehat dan optimal akan menjadi penopang kemajuan Banjarbaru di masa yang akan datang. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak, dari tenaga kesehatan hingga masyarakat, untuk terus menjaga kerja sama ini,” ujarnya.

Meski saat ini Banjarbaru menempati posisi kedua terendah angka stunting di Kalimantan Selatan, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat lengah. Upaya penanganan, kata dia, harus menyentuh aspek paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Upaya penanganan harus dimulai dari hal yang paling dekat dengan keseharian, seperti pemenuhan gizi keluarga, pola asuh anak, kebersihan lingkungan, hingga perbaikan sanitasi. Kita juga dorong pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal,” tambahnya.

Melalui Pra Musrenbang ini, Pemko Banjarbaru tidak hanya memaparkan hasil evaluasi, tetapi juga mendeklarasikan komitmen publik untuk menyusun program secara terbuka dan partisipatif. Diskusi dua arah diharapkan mampu mengungkap kondisi riil di lapangan agar intervensi yang dirancang benar-benar tepat sasaran.

Sebagai bentuk aksi nyata, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor di Banjarbaru, di mana para pemangku kepentingan berperan langsung sebagai orang tua asuh untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Dengan pendekatan kolaboratif dan menyentuh akar persoalan, Pemko Banjarbaru optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

banner 336x280

News Feed