Serba-serbi, suratkabardigita.com – Musim berbunga adalah fase paling menentukan dalam budidaya tanaman mangga. Sayangnya, tidak sedikit petani atau pemilik pohon mangga di pekarangan rumah yang mengeluhkan rontoknya bunga sebelum berubah menjadi buah.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh faktor cuaca ekstrem, kekurangan nutrisi, hingga serangan hama. Agar bunga mangga tidak mudah rontok dan sukses menjadi buah berkualitas, simak 5 tips praktis berikut ini:
1. Berikan Nutrisi dan Pemupukan Tepat
Saat memasuki fase berbunga, pohon mangga membutuhkan asupan unsur hara makro yang seimbang, terutama Fosfor (P) dan Kalium (K) untuk memperkuat tangkai bunga. Hindari pemberian pupuk Nitrogen (N) yang terlalu tinggi di masa ini karena justru akan memicu pertumbuhan daun baru, bukan buah.
2. Jaga Intensitas Penyiraman
Kekurangan air membuat tanah terlalu kering, sementara kelebihan air akibat hujan lebat dapat memicu kebusukan akar. Pastikan penyiraman dilakukan secara konsisten—cukup menjaga kelembaban tanah tanpa membuat air menggenang di sekitar perakaran.
3. Waspada Hama dan Penyakit (Jamur)
Hama seperti kutu kebul, ulat, atau wereng mangga kerap menyerang bagian malai dan membuat bunga menghitam lalu rontok. Selain itu, musim hujan sering memicu jamur penyebab antraknosa. Gunakan insektisida atau fungisida sesuai dosis anjuran jika mulai terlihat tanda-tanda serangan.
4. Pastikan Paparan Sinar Matahari Penuh
Pohon mangga yang ternaungi oleh pohon besar atau bangunan di sekitarnya cenderung lebih rentan mengalami kerontokan. Pastikan area tajuk pohon mendapatkan sinar matahari penuh sepanjang hari untuk memaksimalkan proses fotosintesis.
5. Hindari Penyemprotan Pestisida yang Keliru
Jika Anda ingin menyemprotkan pupuk tambahan atau pengendali hama saat pohon sedang berbunga, lakukan secara bijak. Hindari menyemprot langsung dengan tekanan terlalu tinggi ke arah dompolan bunga karena justru bisa merontokkan bakal buah yang masih rapuh.

















