by

SIRAJONI MINTA PEMKO BANJARBARU CEGAH PERSOALAN SEBELUM TERLANJUR MEMBESAR

banner 468x60

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com — Pemerintah Kota Banjarbaru diminta memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai persoalan sejak dini, mulai dari pengendalian tata ruang hingga kesiapan menghadapi potensi bencana.

banner 336x280

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni mengatakan, pencegahan perlu dilakukan sebelum persoalan berkembang dan semakin sulit ditangani.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Senin (7/9/2026).

Sirajoni menyoroti pentingnya pengendalian tata ruang. Menurutnya, apabila tata ruang telah disepakati dan dijalankan secara konsisten, perkembangan pembangunan yang tidak sesuai peruntukan dapat dicegah sejak awal.

Persoalan peternakan babi yang selama ini menjadi pembahasan Pemko Banjarbaru, lanjut dia, juga perlu dilihat dari aspek tata ruang agar tidak berkembang menjadi persoalan baru.

“Kalau sudah terbangun dan sudah beroperasi, akan lebih sulit untuk kita tutup,” ujar Sirajoni.

Karena itu, Sirajoni meminta Dinas PUPR mengoptimalkan pengecekan dan evaluasi terhadap perkembangan pembangunan, khususnya untuk memastikan kesesuaiannya dengan tata ruang.

Keterbatasan personel di lapangan, menurutnya, perlu diantisipasi dengan melibatkan camat dan lurah. Mereka diminta menjadi mata dan telinga pemerintah di wilayah masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan perkembangan pembangunan yang perlu mendapat perhatian.

Sirajoni juga meminta Satpol PP mengoptimalkan personel untuk melakukan pengecekan, evaluasi hingga penindakan di lapangan.

Menurutnya, perkembangan Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi membuat pengawasan dan langkah antisipasi perlu diperkuat agar persoalan tidak muncul setelah aktivitas atau bangunan telanjur berkembang.

Selain tata ruang, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi perhatian dalam rakor tersebut.

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sirajoni meminta wilayah yang berpotensi terdampak segera dipetakan. Pemetaan diperlukan sebagai dasar menyiapkan kebutuhan penanganan di lapangan, termasuk akses serta sumber air untuk pemadaman.

“Intinya untuk kebakaran ini adalah air,” katanya.

Potensi banjir juga diminta tetap diantisipasi seiring perubahan musim. Sirajoni menekankan, pemerintah tidak cukup hanya bergerak ketika bencana telah terjadi, tetapi perlu menyiapkan langkah pencegahan sebelumnya.

“Walaupun ini bencana yang disebabkan karena alam, kita jangan hanya diam berpasrah diri, tapi kita harus berusaha,” ujarnya.

banner 336x280