by

RAKAT DIKUKUHKAN, KEKUATAN BARU RELAWAN SIAP HADAPI KONDISI DARURAT DI KARANG INTAN-ARANIO

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama menjadi dasar lahirnya Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggap (RAKAT). Organisasi relawan yang baru berdiri pada 11 Juli 2026 itu resmi dikukuhkan di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Minggu (31/8/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.

Pengukuhan RAKAT dihadiri berbagai unsur pemerintah, aparat, serta komunitas relawan. Di antaranya Basarnas, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Ketua Buser 690 Kabupaten Banjar, Ketua Emergency Banjar Response (EBR), unsur Forkopimcam Karang Intan dan Aranio, para kepala desa, serta sejumlah komunitas relawan di Kabupaten Banjar.

banner 336x280

Ketua Umum RAKAT, M Ali Syahbana, mengatakan kehadiran organisasi tersebut berangkat dari kepedulian masyarakat terhadap berbagai potensi bencana maupun kondisi darurat yang dapat terjadi di wilayah Karang Intan dan Aranio.

Menurutnya, RAKAT tidak dibentuk sekadar sebagai wadah berkumpul para relawan. Organisasi tersebut diharapkan mampu hadir langsung ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“RAKAT lahir dari panggilan nurani dan kepedulian bersama. Wilayah Karang Intan dan Aranio memiliki potensi alam yang luar biasa, namun juga memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana dan musibah,” ujar Ali Syahbana.

Ia menyebut sejumlah aksi kemanusiaan menjadi fokus RAKAT, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pencarian orang hilang, evakuasi korban kecelakaan, pendampingan warga sakit, hingga berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.

Ali menegaskan, tantangan kebencanaan tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, RAKAT akan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur yang selama ini telah bergerak di lapangan.

“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah. Kami ingin menjadi mata, telinga, dan tangan pemerintah di lapangan dalam merespons berbagai potensi bencana dan kondisi darurat warga secara cepat, tepat, dan terukur,” katanya.

Tak hanya mengandalkan semangat kerelawanan, RAKAT juga berencana meningkatkan kapasitas para anggotanya. Pelatihan berkala disiapkan agar para relawan memiliki kemampuan yang memadai ketika diterjunkan dalam situasi darurat.

Materi pelatihan nantinya mencakup mitigasi dan penanganan karhutla, pertolongan pertama, manajemen tanggap darurat, teknik evakuasi, hingga penguatan mental bagi relawan saat bertugas di lapangan.

“Kami ingin relawan RAKAT tidak hanya memiliki keberanian dan semangat pengabdian, tetapi juga dibekali kemampuan yang memadai, profesional, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap tugas kemanusiaan,” tegas Ali.

Ia pun mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga semangat pengabdian yang menjadi fondasi organisasi tersebut.

“Selama kita masih bernapas, maka berbuat baiklah. Selama kita masih hidup, maka bermanfaatlah bagi sesama. Mari kita rapatkan barisan, perkuat sinergi, dan bersama-sama mewujudkan Karang Intan dan Aranio yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.

Pengukuhan RAKAT yang dihadiri lintas instansi, aparat, pemerintah desa, hingga komunitas relawan tersebut menjadi penanda semakin kuatnya kolaborasi dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Banjar.

Dengan semangat tersebut, RAKAT diharapkan tidak hanya menjadi organisasi relawan baru, tetapi juga mampu mempercepat respons terhadap kondisi darurat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Karang Intan, Aranio, dan wilayah sekitarnya.

banner 336x280