BANJARBARU, SuratKabarDigital.com – Produksi padi Kalimantan Selatan pada 2026 diprediksi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi kemarau yang berdampak terhadap luas tanam dan produktivitas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian tersebut.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA), produksi padi Kalsel hingga November 2026 diperkirakan mencapai 1.168.020,98 ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 1.176.763 ton.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalsel dalam Rapat Evaluasi Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Kalsel Tahun 2026 di Banjarbaru, Rabu (4/11/2026).
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Saptono, mengatakan capaian sektor pertanian kabupaten/kota turut menentukan kinerja provinsi secara keseluruhan. Karena itu, pemerintah daerah diminta memperkuat produksi sekaligus mengoptimalkan serapan anggaran.
“Capaian kabupaten/kota turut menentukan kinerja Provinsi Kalimantan Selatan secara keseluruhan. Karena itu, peran aktif seluruh jajaran sangat diperlukan, termasuk dalam meningkatkan serapan anggaran APBN,” ujarnya.
Pada 2025, produksi padi Kalsel tercatat mencapai 1.179.338 ton atau berkontribusi 45,71 persen terhadap total produksi regional Kalimantan. Capaian tersebut menempatkan Kalsel di posisi pertama regional.
Sementara itu, dari sisi ketahanan pangan, Kalsel juga menempati peringkat pertama nasional berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan dengan nilai 85,41.
Saptono meminta hasil evaluasi menjadi bahan pembenahan bagi seluruh daerah, terutama dalam mengejar target produksi dan meningkatkan realisasi anggaran. Daerah dengan kinerja baik akan diberikan apresiasi, sedangkan yang belum mencapai target diminta melakukan perbaikan.









































