Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Kabupaten Banjar bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Desa Kahelaan RT 01 KM 22, Kecamatan Sungai Pinang. Tak lama setelah kejadian, tim dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebutuhan korban segera tertangani.
Kebakaran yang terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 11.30 WITA itu meluluhlantakkan satu unit rumah beserta seluruh isinya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu keluarga yang terdiri dari empat orang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat amukan si jago merah.
Sebagai langkah awal penanganan, Dinsos P3AP2KB melakukan verifikasi data korban guna mengusulkan bantuan sosial dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam bentuk uang tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga terdampak memulai kembali kehidupan mereka pasca-bencana.
Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hudan Azzuhry, menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan warga yang tertimpa musibah mendapatkan dukungan yang diperlukan.
“Kami memastikan negara hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Sinergi antara Dinsos dan BPBD ini dilakukan agar penanganan pasca-bencana bisa berjalan cepat, tepat sasaran, dan bantuan darurat bisa langsung dimanfaatkan oleh korban,” ujarnya saat berada di lokasi.
Selain verifikasi data korban, penanganan darurat juga dilakukan secara terpadu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar. Dalam kesempatan yang sama, BPBD menyalurkan bantuan logistik dan bantuan sandang guna memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban selama masa tanggap darurat.
Proses pendataan dan penyaluran bantuan turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Sungai Pinang melalui Kasi Kesejahteraan Sosial (Kessos), serta Pemerintah Desa Kahelaan yang aktif mendampingi korban selama proses penanganan berlangsung.
Saat ini, keluarga korban telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, warga sekitar bersama aparat desa terus bergotong royong memberikan bantuan dan dukungan moril guna meringankan beban korban yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.













