Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Pengguna bahan bakar non-subsidi di Kalimantan Selatan dikejutkan dengan lonjakan harga Pertamax yang berlaku mulai 10 Juni 2026. Harga BBM dengan nilai oktan 92 tersebut naik drastis dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan sebesar Rp4.100 per liter atau sekitar 31,8 persen itu menjadi perhatian publik karena terjadi saat harga sejumlah produk BBM lainnya tetap tidak berubah.
Informasi tersebut diumumkan melalui akun resmi Pertamina Kalimantan Selatan pada Rabu (10/6/2026). Dalam daftar harga terbaru, Pertalite masih bertahan di angka Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
Dengan penyesuaian terbaru ini, selisih harga antara Pertamax dan Pertalite kini mencapai Rp7.000 per liter. Jarak harga yang cukup lebar tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pilihan konsumen dalam menentukan jenis bahan bakar yang digunakan.
Bagi pengguna kendaraan roda empat yang rutin mengisi Pertamax, kenaikan ini tentu berdampak langsung terhadap pengeluaran harian.
Jika sebelumnya pengisian 40 liter Pertamax membutuhkan biaya sekitar Rp516 ribu, kini jumlah yang sama harus ditebus dengan Rp680 ribu atau bertambah Rp164 ribu dalam sekali pengisian penuh.
Kondisi itu langsung memancing berbagai tanggapan di media sosial. Banyak warga mengaku terkejut dengan besarnya kenaikan yang terjadi dalam satu kali penyesuaian harga.
Sejumlah warganet menilai lonjakan kali ini cukup signifikan karena hanya Pertamax yang mengalami kenaikan, sementara jenis BBM lain tetap berada pada harga sebelumnya.
Daftar Harga BBM Pertamina Kalimantan Selatan per 10 Juni 2026:
Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
Pertamax: Rp17.000 per liter (naik Rp4.100)
Pertamax Turbo: Rp21.650 per liter (tetap)
Bio Solar: Rp6.800 per liter (tetap)
Dexlite: Rp24.000 per liter (tetap)
Pertamina Dex: Rp25.900 per liter (tetap)
















































